Wah! Pelanggaran Lalin Selama Mudik Sudah 16.977 Kasus
Kamis, 11 Okt 2007 17:32 WIB
Jakarta - Memasuki Lebaran H-2, pelanggaran lalu lintas arus mudik sudah mencapai 16.977 kasus di wilayah delapan Polda. Sedangkan angka kecelakaan lalu lintas sudah mencapai 225 kasus."Untuk pelanggaran lalu lintas Operasi Ketupat 2007 dari tanggal 6 sampai 10 Oktober di delapan wilayah Polda, seperti Lampung, Banten, Jabar, Metro Jaya, Jateng, DIY, Jatim dan Bali sudah mencapai 16.977 pelanggaran yang ditindak polisi," kata Kasat Humas Operasi Ketupat 2007 Mabes Polri Kombes Pol Bambang Kuncoko kepada wartawan di kantornya, Jl Trunojoyo No 3, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (11/10/2007).Lebih rinci Bambang menjelaskan, dari 16.977 kasus pelanggaran lalu lintas, 10.942 kasus pelanggaran paling besar dilakukan oleh pengendara sepeda motor. Selebihnya, pelanggaran kendaraan mobil pribadi tercatat 3.323 kasus, kendaraan bus 541 kasus dan truk 677 kasus.Dari semua pelanggaran tersebut, lanjut Bambang, paling banyak pelanggaran lalu lintas terjadi di wilayah Polda Jatim, yang berjumlah 6.061 kasus atau 30 persen. Pelanggaran dilakukan antara lain penggunaan kendaraan truk untuk mengangkut non sembako dan BBM.Mabes Polri mengimbau, agar masyarakat yang melakukan mudik tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang bersifat spekulatif. Misalnya, truk yang angkut orang dan sepeda motor lebih dari dua orang atau memuat barang bawaan yang berlebihan.Sedangkan untuk kecelakaan lalu lintas, sejak tanggal 6 hingga 11 Oktober 2007 sudah mencapai 225 kasus. Dari jumlah tersebut tercatat, sekitar 59 orang meninggal dunia, 61 orang mengalami luka berat dan 188 orang mengalami luka ringan."Kecelakaan ini disebabkan adanya banjir dan longsor, serta penggunaan kendaraan yang tidak semestinya," jelas Bambang.Sebagai perbandingan, kecelakaan yang terjadi di delapan Polda prioritas ini masing-masing tercatat antara 6-7 kecelakaan setiap harinya. Untuk itu, Mabes Polri telah menurunkan sekitar 2.217 personel di tempat yang rawan kecelakaan, seperti Stasiun KA, Terminal, Bandara, Pasar Tumpah, SPBU dan tempat rekreasi.Sementara untuk kondisi keamanan mudik di wilayah perbatasan dengan daerah konflik, seperti Aceh, Papua, Poso dan Ambon relatif kondusif. "Kita harapkan kondisi keamanan ini berlangsung sampai Operasi Ketupat ini berakhir," imbuh Bambang. Mabes Polri belum ada rencana untuk menambah pasukan di wilayah tersebut atau menempatkan pasukan secara khusus. "Tapi kita tetap waspada terhadap gangguan-gangguan keamanan untuk menjaga khidmatnya umat Muslim merayakan lebara," tandas Bambang.
(zal/ana)











































