Hadapi Malaysia, SBY Harus Lihat Siapa Lawan Siapa Kawan

Hadapi Malaysia, SBY Harus Lihat Siapa Lawan Siapa Kawan

- detikNews
Kamis, 11 Okt 2007 14:40 WIB
Jakarta - Malaysia sudah berulang kali membuat ulah yang merendahkan harkat dan martabat Indonesia. Tapi pemerintah Indonesia masih saja bersikap lembek terhadap negeri jiran tersebut.Padahal dalam kasus Malaysia yang sering berulang ini, Presiden SBY harus sudah tegas, siapa kawan dan siapa lawan."PDIP sangat kecewa tarhadap SBY yang seharusnya tegas menyikapi WNI yang dilecehkan di negara lain, seperti Malaysia. SBY sudah harus melihat siapa kawan siapa lawan saat ini. Juga kepada negara-negara lain yang melecehkan martabat Indonesia," kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo. Hal itu dikatakannya dalam jumpa pers di pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10/2007).Tjahjo mengingatkan, perlakuan tidak bersahabat yang ditunjukkan Malaysia mulai dari kasus Ambalat, TKI, pemukulan wasit Donald, klaim lagu Rasa Sayange, hingga sweeping terhadap WNI oleh aparat RELA. Kelakuan Malaysia itu sudah sangat berlebihan dalam konteks etika negara bertetangga. Bahkan Tjahjo mencium adanya agenda terselubung negeri jiran itu untuk mendeskreditkan Indonesia.Karena itu, Tjahjo mendukung desakan pemberlakuan travel warning tingkat berat terhadap Malaysia dan penarikan duta besar RI di Kuala Lumpur. "Bahkan kalau perlu, kita usir Dubes Malaysia dari Indonesia," cetusnya.Tidak itu saja, jika sampai pada tingkat tertentu pemerintah tidak tegas terhadap Malaysia, Tjahjo siap mengajak para politisi Senayan untuk melakukan demonstrasi di depan Kedubes Malaysia dan Deplu."Saya akan mengajak ketua-ketua fraksi DPR untuk menggerakkan anggotanya berdemonstrasi di Kedubes Malaysia dan Deplu, kalau SBY masih saja lamban bersikap," pungkasnya. (rmd/ana)


Berita Terkait