Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menyebut perlu ada beberapa perbaikan operasional di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang. Salah satunya adalah peningkatan tonase kapal menjadi lebih besar.
Heru menyampaikan ada kemungkinan jalan tol akan sampai ke Banyuwangi, Jawa Timur. Jika fasilitas pelabuhan tidak ditingkatkan, akan terjadi kepadatan di pelabuhan.
"Kalau fasilitas pelabuhannya tidak segera ditambah dan diperbaiki, itu juga akan menjadi bottleneck baru," kata Heru di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, penambahan fasilitas pelabuhan tidak bisa hanya dilakukan di salah satu titik, melainkan kedua titik pelabuhan yang berseberangan harus sama-sama ditingkatkan. Contohnya antara Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang.
"Kalau bicara soal penambahan fasilitas, tidak bisa kita bicara cuma satu sisi saja. Karena yang namanya pelabuhan dan dermaga ini sepasang. Kalau satu ditambah di Ketapang, Gilimanuk juga harus ditambah. Ini sepasang," ucapnya.
Selain itu, Heru menyebut kapal-kapal di lintasan Gilimanuk-Ketapang mayoritas perlu diganti. Ia telah mengusulkan pergantian kapal dengan tonase yang lebih besar.
"Selama ini, kapal yang beroperasi di Ketapang-Gilimanuk ini adalah kapal yang GT (gross tonnage)-nya di bawah 1.000. Ada beberapa yang besar di atas 1.000. Kapal kami ada yang 2.000, tapi yang lebih dominan adalah kapal-kapal kecil di bawah 1.000," katanya.
"Nah, ini juga kami kemarin sudah usulkan kepada pemerintah untuk segera mengganti kapal-kapal dengan kapasitas yang lebih besar," ucapnya.











































