Aneh! Warga Ibukota Mudik, Kok Jakarta Diserbu Gepeng
Rabu, 10 Okt 2007 17:07 WIB
Jakarta - Gelandangan dan pengemis alias gepeng yang mulai berdatangan ke Jakarta hampir tiap tahunnya mencapai ribuan orang. Mereka malah datang pada saat Jakarta sedang kosong. Mereka menganggap masih bisa mencari sesuap nasi di Jakarta. Gepeng biasanya berdatangan pada H-30 sebelum Lebaran."Mereka datang ke Jakarta dengan menyewa gerobak. Ada tukang sewanya. Jadi seolah-olah mereka pemulung. Padahal mereka pengemis," kata Kadis Trantib DKI Jakarta Harianto Badjoeri di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (10/10/2007).Biasanya pada H-3, para gepeng terus berdatangan dan terus meningkat hingga H+4. Menurut Harianto, ada bandar yang mengatur gepeng tersebut. Para gepeng biasanya orangtua atau ibu-ibu cacat. Biasanya mereka berada di perempatan Coca Cola, pemukiman, perempatan Pondok Indah, dan Jatinegara."Tadi malam kita sudah melakukan penertiban. Ada 35 anak kecil yang kita tangkap. Ternyata ada komandannya satu orang. Dia nggak ngaku, tapi kita proses. Rupanya dia dimanfaatkan oknum-oknum tertentu. Ada warga Jakarta, dan ada orang luar," katanya.Tiap harinya, Trantib mulai melakukan penertiban pada pukul 22.00 WIB. Biasanya para gepeng tersebut tidur di emperan-emperan toko atau di rumah warga.
(ana/sss)











































