Teror Warnai Ramadan di IPDN
Rabu, 10 Okt 2007 14:32 WIB
Jakarta - Bulan Ramadan seharusnya penuh kedamaian bagi seluruh umat Islam. Tapi nasib praja IPDN tidak seberuntung itu, mereka masih saja mengalami teror mental di bulan puasa ini.Demikian ungkap Ketua Tim Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan IPDN, Ryaas Rasyid, usai mengikuti rapat kabinet terbatas tentang kelanjutan nasib IPDN di Kantor Presiden, Jakarta."Saya dapat laporan masih ada yang dipanggil jam 2 pagi. Sampai nggak bisa sahur dan kurang tidur," ungkapnya (10/10).Menurut Ryaas, pemanggilan para praja oleh para pengasuh pada dini hari itu merupakan bagian dari kegiatan 'pengasuhan'. Sebuah kegiatan internal bagi praja di luar jam aktivitas belajar mengajar yang resmi.Meski kata 'pengasuhan' mempunyai arti baik, tapi tidak bagi praja IPDN. Justru pada saat-saat pengasuhan itulah berlangsung praktek kekerasan fisik dan teror mental dengan dalih pembinaan."Pokoknya pengasuhan harus dihapus 100 persen. Itu sumber kebobrokan," tandas Ryaas.
(lh/nrl)











































