Alpa Cantumkan Pelecehan Malaysia, Agung Dihujani Interupsi
Rabu, 10 Okt 2007 12:30 WIB
Jakarta - Pidato Ketua DPR Agung Laksono pada Rapat Paripurna penutupan masa sidang I tahun 2007/2008 diwarnai interupsi dari beberapa anggota dewan. Dalam laporan kinerja DPR yang dibacakannya, Agung tidak mencantumkan persoalan pelecehan martabat Indonesia oleh Malaysia.Baru saja sejenak Agung usai membacakan pidatonya, beberapa anggota DPR langsung mengancungkan tangan sambil memanggil pimpinan sidang."Pimpinan, dari Fraksi PAN," kata Drajat Wibowo."Pimpinan, dari Fraksi PDIP," kata Permadi tidak mau kalah.Akhirnya Agung mempersilahkan Drajat untuk bicara."Pidato yang disampaikan pimpinan DPR sudah bagus. Tapi perlu ditambahkan item pelecehan martabat oleh aparat Rela terhadap warga negara kita di luar negeri, terutama di Malaysia. Ini sebagai bentuk perhatian DPR terhadap kasus ini," kata Drajat.Setelah Drajat, Permadi mendapat giliran bicara. "Saya tidak sepakat kalau hanya dimasukkan dalam item pidato ini. Tapi pimpinan DPR harus melakukan protes keras lewat media-media massa, karena kita sudah dilecehkan oleh Malaysia berulang kali. Kalau tidak, mereka akan makin kurang ajar," tegas Permadi."Setujuuuuu..." Terdengar sebagian dari 200 anggota DPR yang hadir di rapat tersebut mendukung interupsi Permadi.Khofifah Indar Parawansa dari FKB pun tidak mau kalah angkat bicara. "Pernyataan sikap DPR tidak hanya untuk WNI di Malaysia, dan untuk pejabat-pejabat. Tapi perlu digarisbawahi, untuk TKI dan TKW kita, tidak saja di Malaysia, tapi juga di Arab Saudi yang selalu teraniaya," ujarnya.Tercatat 6 interupsi meramaikan Rapat Paripurna. Selain soal Malaysia, interupsi juga memprotes soal pembalakan liar yang tak masuk dalam pidato Agung.Selesai mendengarkan interupsi, Agung menanggapi ucapan Permadi dan Drajat Wibowo. "Kalau perlu dua-duanya dimasukkan (tidak hanya pidato, tapi juga media massa).Pada kesempatan tersebut, Agung atas nama pimpinan dan anggota DPR keseluruhan mengucapkan mohon maaf lahir pada rakyat Indonesia. "Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf atas kesalahan lahir dan batin," ucapnya.Tok... Tok... Tok... Agung pun mengetukkan palu tiga kali sebagai tanda masa reses DPR. Masa sidang II tahun sidang 2007/2008 akan dimulai pada 5 November 2007.
(ana/sss)











































