Insiden Rela, Malaysia Dituntut Benahi Aparatnya
Rabu, 10 Okt 2007 10:19 WIB
Jakarta - Permintaan maaf Malaysia kepada Indonesia terkait aksi kekerasan Rela, pasukan setara kamra/hansip, dinilai tak cukup. Malaysia juga harus membenahi aparat-aparatnya."Pernyataan Dubes Malaysia itu bukan yang sifatnya resmi, karena hanya respons sesaat ketika ditanya wartawan. Yang paling penting adalah Malaysia harus membenahi aparat-aparatnya, birokrasi. Termasuk cara berpikir orang Malaysia kepada Indonesia," kata anggota Komisi I dari FPKS Untung Wahono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/10/2007).Menurut Untung, permintaan maaf melalui perwakilan Malaysia di Indonesia belum cukup. Seharusnya pemerintah pusat Malaysia secara resmi juga meminta maaf.Selain itu, lanjut Untung, Malaysia ke depannya harus berhati-hati dalam bersikap terhadap Indonesia."Seharusnya hubungan Indonesia dan Malaysia menjadi hubungan standar di ASEAN. Kalau hubungan keduanya rusak, akan sangat mengganggu cita-cita bersama negara ASEAN," ujar dia.Untung menjelaskan, pertemuan bilateral kedua pimpinan negara sangat penting dilakukan untuk membahas hal-hal yang mendasar. Pertemuan ini tentu juga untuk membuat kesepaktan-kesepakatan politik agar tidak terulang kasus serupa yang dapat mengganggu hubungan kedua negara.
(mly/sss)











































