"Data baru saya terima tadi dari Diskominfo. Ada 387 titik blank spot di seluruh Provinsi Banten. Di daerah pemilihan (dapil) saya, Kabupaten Tangerang, ada 6 titik. Paling banyak ada di Pandeglang dan Lebak," ucap Riyan, Sabtu (14/3/2026).
Sebagai anggota Komisi I DPRD Banten, Riyan berharap agar masalah tersebut dituntaskan. Namun, dia memiliki laporan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tidak menganggarkan kegiatan untuk mengatasi masalah blank spot tersebut.
"Saya belum tahu apakah mereka sudah koordinasi dengan kabupaten untuk memfasilitasi itu. Di tingkat pusat (Komdigi) sebenarnya banyak program pengentasan blank spot, tapi saya belum dapat info berapa titik yang dianggarkan tahun ini untuk Banten. Yang pasti, di tingkat provinsi tahun ini anggarannya nol," katanya.
Ia mengatakan masalah ini penting untuk segera diselesaikan. Baginya, masyarakat membutuhkan akses internet untuk kemajuan hidup.
"Karena ini menyangkut akses informasi, pendidikan, dan kesehatan. Jika kita bicara pemerataan, semua masyarakat harus punya hak yang sama. Bagaimana mau dapat informasi kalau akses internet saja tidak ada? Kita saja kalau internet lambat sudah emosi, apalagi mereka yang tidak ada internet sama sekali," katanya.
Riyan menyebut DPRD Provinsi Banten akan membahas dan mendorong pemerataan internet. Ia tak ingin ada ketimpangan antara wilayah perkotaan dan desa.
"Ini jadi catatan kami di Komisi I untuk mendorong agar akses internet menjangkau seluruh masyarakat Banten, tidak hanya di kota saja," katanya.
Lihat juga Video: Starlink Kasih Internet Gratis di Sumatera, Gimana Cara Kerjanya?
(aik/eva)











































