Wakapolri: Arus Mudik Hari Pertama Naik 15%, Lalin Masih Lancar

Wakapolri: Arus Mudik Hari Pertama Naik 15%, Lalin Masih Lancar

Rumondang Naibaho - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2026 15:48 WIB
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo
Foto: Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo (Rumondang/detikcom)
Jakarta -

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebut arus mudik pada hari pertama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada 2025. Lonjakan arus diperkirakan akan naik mencapai 15 persen.

Hal itu disampaikan Komjen Dedi saat meninjau Pos Terpadu di Rest Area KM 57A Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (14/3/2025) siang.

"Untuk lonjakan arus di hari pertama (Operasi Ketupat 2026) sudah terlihat meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu. Meskipun di hari kedua ini sedikit menurun karena masih siang, namun kita prediksi gelombang pertama arus mudik terjadi malam ini tanggal 14-15," kata Komjen Dedi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia merinci, pada tahun 2025 sebanyak 66.000 kendaraan yang melalui ruas jalan tol sampai menuju KM 57. Sedangkan per hari ini sudah ada 75.000. Meski begitu dia memastikan arus lalu lintas masih lancar.

ADVERTISEMENT

"Tadi kami memantau dari udara, dari Jakarta sampai ke KM 29. Secara umum dari hasil pantauan udara berjalan sangat lancar untuk arus lalu lintas," terang Komjen Dedi.

Menurutnya, peningkatan arus pada malam hari biasanya terjadi setelah masyarakat menjalankan buka puasa, salat, dan tarawih. Selain itu, pemudik juga cenderung memilih perjalanan malam untuk menghindari panas saat siang hari.

Karena itu, Komjen Dedi meminta jajaran kepolisian menyiapkan langkah antisipasi, termasuk mengoptimalkan tim pengurai lalu lintas sebagai unit reaksi cepat di lapangan.

"Tim pengurai ini penting, tim pengurai sebagai unit rekasi cepat untuk bisa betul-betul memonitor dinamika di lapangan dan memastikan arus lalu lintas tetap lancar," ujarnya.

Selain itu, Komjem Dedi menyampaikan hingga hari kedua pelaksanaan operasi, angka kecelakaan lalu lintas tercatat menurun hingga 92 persen dibandingkan tahun lalu dengan fatalitas nol.

"Alhamdulillah sampai dengan hari kedua untuk angka laka lantas kita harapkan juga akan menjadi lebih baik dibandingkan tahun 2025. Kita menurun 92 persen, ini luar biasa," ungkap Komjen Dedi.

"Kita berharap kondisi ini bisa terus dipertahankan sehingga seluruh masyarakat yang mudik dapat sampai di tujuan dengan selamat," lanjut dia.

Dia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data traffic counting dari command center untuk menentukan langkah rekayasa lalu lintas secara cepat dan akurat selama periode mudik berlangsung.

"Jadi ini penting jadi baseline data dan analisa yang akurat untuk traffic counting ini sangat menentukan langkah dan strategi rekayasa lalu lintas apa yang bisa kita gunakan, sehingga arus lalu lintas betul-betul bisa terkontrol dengan baik," imbuhnya.

Masih dalam kesempatan tersebut, Komjen Dedi mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Polda Jawa Barat dalam pengamanan arus mudik tahun ini. Menurutnya, sejumlah program pelayanan yang disiapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain.

Dia mencontohkan keberadaan pos terpadu tematik dan Posyan Masjid yang memberikan layanan istirahat, hiburan, hingga fasilitas ibadah bagi pemudik. Selain itu, tersedia pula takjil untuk membantu pemudik yang tengah menjalankan ibadah puasa.

"Inovasi-inovasi ini sangat baik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sejalan dengan tagline Operasi Ketupat yaitu 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'," katanya.

Dedi juga menyoroti program 'Motor Senyum', yakni patroli mobile yang melibatkan polisi wanita dan personel TNI wanita untuk memberikan bantuan serta semangat kepada pemudik di rest area.

Menurutnya, manajemen rest area juga menjadi perhatian penting karena lokasi tersebut merupakan titik istirahat utama bagi pemudik yang melintas di jalur tol, termasuk yang datang dari Sumatera menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak beristirahat di bahu jalan tol karena berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Jika rest area penuh, petugas diminta tetap melakukan pengamanan dan mitigasi di sekitar lokasi.

Tonton juga Video: Suasana Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen

Halaman 2 dari 2
(ond/maa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads