'Dirayu' Anggota DPR, Pendemo RUU APBN Keluar Ruangan
Selasa, 09 Okt 2007 15:57 WIB
Jakarta - Meski jumlahnya hanya 30 orang tapi kalau terus berteriak-teriak jelas mengganggu konsentrasi. Karena itulah 30 mahasiswa UI "diusir" dari ruang sidang paripurna DPR yang hendak mengesahkan RUU APBN 2008 karena terus berteriak dari balkon.Para mahasiswa UI bersedia keluar dari ruang sidang yang luas itu setelah 'dirayu' oleh anggota DPR berbagai fraksi, Selasa (9/10/2007). Di antara para anggota DPR itu ada Slamet Effendy Yusuf dan anggota DPR yang pro anggaran pendidikan 20%. Para anggota DPR itu mendatangi para mahasiswa yang beraksi di balkon gedung rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta.Slamet Effendy dkk meminta para Pamdal yang mengepung para mahasiswa bersikap wajar saja. Sebelumnya, Pamdal dan mahasiswa saling berebut spanduk yang akan digelar mahasiswa. "Biarkan saja Pamdal!" begitu perintah para anggota DPR.Sedangkan anggota Dewan lain menyatakan, aksi mahasiswa UI ini menunjukkan Pamdal tidak selektif sehingga orang luar bisa mengacaukan sidang.Setelah dirayu Slamet Effendy dkk, 30-an mahasiswa UI itu bersedia turun dari balkon. Sembari turun, mereka berteriak-teriak menyampaikan tuntutan."Bangsa apa ini! Konstitusinya jelas anggaran pendidikan dapat 20%, tapi di RAPBN hanya 11%. Tapi DPR menyetujui. Bangsa apa ini!" teriak Reza, salah satu orator.Setiba di luar ruang sidang, tepatnya di halaman gedung Nusantara II, para pendemo tetap berteriak-teriak. Pamdal dan komandannya pun turun tangan meminta para anak muda itu tenang. Sementara itu, sidang pengesahan RAPBN 2008 kembali dilanjutkan.
(nrl/umi)











































