Aktivitas Merapi Terus Menurun
Selasa, 09 Okt 2007 13:54 WIB
Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi terus menurun. Gunung yang berada di wilayah Yogyakarta ini diperkirakan tidak akan erupsi dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, saat rapat koordinasi Penanggulangan Bencana di Gedung Pracimosono Kompleks kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Selasa (9/10/2007)."Aktivitas Merapi cenderung menurun, namun gempa tektonik masih mempengaruhi Merapi sehingga memicu munculnya satu kali awan panas ke arah Kali Krasak seperti pada 17 September lalu," kata Subandriyo.Karena aktivitasnya menurun, Gunung Merapi tidak akan erupsi dalam waktu dekat ini. Aktivitas Merapi terus menurun pasca erupsitahun 2006 karena sudah tidak ada akumulasi tekanan magma ke atas. "Kita prediksi tidak akan erupsi lagi dalam waktu dekat ini," katanya.Selain aktivitasnya terus menurun, kubah lava Merapi juga tidak mengalami pertumbuhan. Saat ini volume kubah lava Merapi mencapai 1 juta m3. Guguran lava juga cenderung menurun jumlahnya. Namun perlu diwaspadai kemungkinan longsor akibat curah hujan tinggi maupun gempa tektonik.Menurut Subandriyo, sampai sekarang BPPTK tetap mempertahankan status Merapi Waspada. BPPTK juga merekomendasikan masyarakat sekitar aliran Kali Gendol untuk mengosongkan daerah tersebut hingga radius 6 km. "Kasus munculnya awan panas pada tanggal 17 September sejauh 1,5 km ke arah Kali Krasak itu sebagai penyimpangan karena selama ini lebih banyak ke Gendol," ungkap Subandriyo.
(bgs/djo)











































