Daftar Kekerasan Rela Malaysia terhadap WNI

Daftar Kekerasan Rela Malaysia terhadap WNI

- detikNews
Selasa, 09 Okt 2007 10:11 WIB
Jakarta - Milisi sipil Malaysia, Rela (Ikatan Relawan Rakyat) dibentuk pemerintah Malaysia untuk menangkap buruh migran yang tidak berdokumen. Sejumlah buruh, mahasiswa, dan istri diplomat RI menjadi korban aksi kekerasan Rela. Berikut data kekerasan Rela yang dialami para WNI, seperti disampaikan Migrant Care, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Selasa (9/10/2007). Berikut nama-nama WNI yang menjadi korban Rela: 1. Muhammad Yunus Lubis, mahasiswa dan Ketua PPI Universiti Kebangsaan Malaysia. Apartemennya di kawasan Kajang diobrak-abrik beberapa hari lalu 2. Muslianah, istri Atase Pendidikan KBRI Malaysia. Dia ditangkap oleh Rela saat berbelanja di Chow Kit3. RS, diperkosa anggota Rela4. EW, diperkosa anggota Rela5. SN, diperkosa anggota Rela     6. Sabirin, tinggal di Repuk Asem, Bungtiang, Johor. Dia dipukul sebanyak tiga kali, uangnya sebanyak RM. 300 diambil, demikian juga pakaian layak pakai. Kejadian ini terjadi pada April 20067. Imran, dipukuli dua kali, semua barang dapur dan uang RM 500 diambil. Kejadian terjadi pada 1996 di Keluang, Johor8. Basri, dianiaya dan semua barangnya diambil, pada tahun 1999 di Johor9. Hasan, dianiaya dan diintimidasi pada tahun 1999, Kota Tinggi, Johor10. Ruslan Sahapuddin, dianiaya dan semua barang peralatan dapur diambil pada tahun 2000 di Felda Keledang 11. Saafi'i, uang dan pakaiannya diambil, Johor12. Sardi, dia dipukuli hingga babak belur dan semua barangnya dirampas, Petaling Jaya, Selangor13. Mahnan, HP diambil, fotokopi paspor disobek, dipukul sampai pingsan, tahun 2003, Taman Bukit Jelutung, Selangor14. Amaq Hil, dipungut uang keamanan RM 50 tiap bulan. Jika tidak bayar, dia dipukul, diasingkan, dan tidak diizinkan bekerja, tahun 1999, Kuching15. Sabaruddin, ditangkap, semua uang dan barang-barangnya diambil, tahun 199,7    Gelang Patah, Johor16. Heri, dipukul sampai pingsan karena tidak mau berbaris ketika sedang penangkapan di tahun 1997, Selangor17. Sahdan, motor dan barang-barangnya diambil pada tahun 2001, Bentong Pahang18. Saepuddin, HP dan peralatan dapur diambil, tahun 2002, di Kampung Wa, Bukit Besi, Dungun, Terengganu19. Mahsun, dianiaya dan barang-barang diambil tahun 2001, Jengke I, Pahang20. Badrun, HP diambil dan uang RM. 250, tahun 2003, Tebrau, Johor21. Hamid, dianiaya (dipukul), tahun 1999, Kemaman22. Amaq Senah, uang dan semua pakaian diambil    tahun 2000, Keluang, Johor23. Kelet, uang RM. 300 dan dapur gas dan semua barang dapur diambil, tahun 1996, Ulu Tiram, Johor24. Mahrip, dipukul waktu penangkapan, tahun 1998, Tiram, Johor. Bagaimana komentar Anda mengenai kasus ini? Silakan berkomentar dan bergabung dalam diskusi di: DetikForum. (asy/nrl)


Berita Terkait