Insiden 'Rela' Sering Terjadi, SBY & Badawi Harus Bertemu

Insiden 'Rela' Sering Terjadi, SBY & Badawi Harus Bertemu

- detikNews
Selasa, 09 Okt 2007 09:56 WIB
Jakarta - Tindakan pasukan Rela Malaysia yang berlaku kasar dalam merazia WNI harus disikapi tegas oleh pemerintah Indonesia. Presiden SBY dan Perdana Menteri Malaysia Ahmad Badawi harus bertemu."2 Kepala negara harus bertemu untuk berbicara yang sebaiknya dilakukan," ujar anggota Komisi I DPR, Yusron Ihza Mahendra, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/10/2007).Menurut Yusron, Dubes Malaysia Zainal Abidin Mohammad Zin pun harus meminta maaf secepatnya kepada pemerintah Indonesia.Yusron menilai, tindakan Malaysia kepada Indonesia sudah keterlaluan. Malaysia dalam waktu dekat sudah menimbulkan reaksi keras masyarakat Indonesia atas kejadian-kejadian yang berulang-ulang. Seperti masalah wasit karate, alat sadap, TKI yang berulang-ulang, dan lagu Rasa Sayange.Untuk itu, Yusron meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah sigap yang menunjukkan Indonesia marah atas perlakuan Malaysia. "Seperti menghentikan pengiriman TKI untuk pembantu rumah tangga dan mengeluarkan travel warning," kata adik mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra ini.Presiden SBY pun, imbuh Yusron, harus proaktif dengan mengeluarkan statement ke publik."Jangan masalah penculikan anak saja yang diurus. Masalah harkat dan martabat di mata internasional yang diinjak negara lain, SBY hanya diam," tandas Yusron. (nik/nrl)


Berita Terkait