Dilihat detikcom, dalam bus Transjabodetabek SH2 rute Blok M-Bandara Soetta tampak berbeda dari bus Transjakarta lainnya. Terdapat ruang khusus yang disiapkan untuk menaruh koper penumpang. Ruang itu terletak di dekat pintu tengah dengan diberi pembatas besi berwarna kuning.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan bus dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang yang hendak bepergian melalui bandara.
"Busnya berbeda, deknya lebih rendah karena di sana ada tiga titik di airport yang harus diberhentikan. Kemudian di dalam busnya sendiri ada tempat untuk menaruh koper-koper," kata Pramono di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soetta. (Brigitta/detikcom) |
Meski demikian, Pramono mengingatkan ruang koper di dalam bus memiliki keterbatasan. Jika jumlah koper penumpang cukup banyak, sebagian koper kemungkinan harus tetap dibawa bersama penumpang di kursi.
"Walaupun pasti kalau orang bepergian kan kopernya banyak, nggak semua koper itu akan bisa mendapatkan tempat tersendiri. Sehingga ada beberapa koper yang nantinya bersama penumpang," ujarnya.
Rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta ini dioperasikan dengan 14 unit bus yang melayani perjalanan mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Interval kedatangan bus diperkirakan sekitar 10 hingga 20 menit.
Selain di bandara, bus juga akan berhenti di sejumlah titik di Jakarta, mulai dari Terminal Blok M hingga kawasan Senayan dan MPR/DPR sebelum menuju kawasan bandara. Ia berharap layanan ini dapat menjadi alternatif transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan biaya yang lebih terjangkau sekaligus membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Simak juga Video: Ada Transjabodetabek Tujuan Soetta, Pramono Bicara Nasib Angkutan Lain
(bel/idn)












































