RI Minta Pasukan Rela yang Kasari WNI Ditindak Tegas
Selasa, 09 Okt 2007 08:33 WIB
Jakarta - KBRI di Kuala Lumpur telah mengirimkan surat protes atas kekerasan yang dilakukan pasukan Rela terhadap WNI di Malaysia. KBRI minta personel Rela yang terlibat dalam kekerasan itu ditindak tegas.Protes KBRI itu muncul atas razia yang menimpa istri diplomat dan mahasiswa S2 Indonesia.Dalam statemen protesnya, KBRI menyatakan, Muslianah Nurdin telah ditahan oleh petugas Rela pada Sabtu saat berbelanja di Chow Kit. Padahal dia telah menunjukkan kartu identitas diplomatiknya yang dikeluarkan oleh Wisma Putra. Muslianah merupakan istri Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur."Dia (Muslianah) telah menunjukkan kartu identitasnya dan petugas (Rela) mengaku tidak mengenali kartu itu. Dia (Muslianah) lalu ditahan dan ditempatkan bersama imigran ilegal lainnya. Berdasarkan Konvensi Wina dan Hubungan Diplomatik, petugas Rela telah menyalahi hukum internasional dengan menunjukkan sikap tidak hormat pada anggota kedutaan," demikian statemen KBRI sebagaimana dilansir media Malaysia, The Star, Selasa (9/10/2007).KBRI juga memprotes penggerebekan yang dilakukan di kediaman Muhammad Yunus Lubis di Kajang. Dijelaskan, petugas Rela telah berteriak, membuka paksa pintu dan masuk ke dalam rumah di pagi buta."Awalnya, Yunus menolak membuka pintu karena takut menjadi korban kejahatan," ujar KBRI.Pasukan Rela melepaskan Yunus setelah dia menunjukkan kartu identitasnya, paspor dan kartu mahasiswa Universiti Kebangsaan. Pasukan Rela menolak memberikan ganti rugi akibat kerusakan yang terjadi dalam penggerebekan.KBRI meminta kerjasama Pemerintah Malaysia untuk menindak tegas pasukan Rela yang terlibat dalam kekerasan itu.Jubir Wisma Putra menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui protes KBRI tersebut.Bagaimana komentar Anda mengenai kasus ini? Silakan berkomentar dan bergabung dalam diskusi di: DetikForum.
(nrl/asy)











































