Setelah 'Rasa Sayange', Ulah Rela Picu Kemarahan Publik Indonesia

Setelah 'Rasa Sayange', Ulah Rela Picu Kemarahan Publik Indonesia

- detikNews
Selasa, 09 Okt 2007 07:25 WIB
Jakarta - Baru saja kasus lagu Rasa Sayange reda, kabar tidak sedap muncul lagi dari Malaysia. Pasukan relawan setara kamra/hansip yang disebut Rela merazia WNI tanpa pandang bulu. Apartemen mahasiswa Indonesia juga didobrak. Bahkan ada yang menjadi korban pemerkosaan juga oleh gerombolan Rela yang mendompleng momen razia ini. Tak ayal, berita miring ini melahirkan sentimen negatif dari dalam negeri, setidaknya terpantau lewat detikForum."Saya pada pagi hari ini sedih melihat perlakuan keji dan tidak sopan sebuah organisasi Malaysia yang memperlakukan masyarakat dan pelajar Indonesia di Malaysia. Saya merupakan salah satu pelajar Indonesia di Manila turut prihatin atas persoalan yang menimpa temen-temen dan saudara-saudaraku Indonesia yang di Malaysia," ungkap member ber-ID dj_joe99.Anisa juga punya keprihatinan serupa. "Kaget banget baca berita perlakuan organisasi Malaysia tersebut terhadap pelajar Indonesia. Nggak nyangka banget Malaysia ternyata tuh juga nggak aman, selama ini saya selalu berpikir Malaysia negara yang aman, damai, etc. Nggak taunya..... nggak bisa menghargai warga negara Indonesia!" cetusnya."Makin lama Malaysia makin nggak dewasa, ngajakin ribut. Kalau TKI ditarik semua dan pelajar dia dikembalikan ke sana, ekonomi negara mereka yang akan lumpuh," kecam anggota detikForum ber-ID adeknyasemut."Berita ini belum seberapa. Masih banyak kasus yang tidak terpublish, karena warga Indonesia yang jadi korban tidak menceritakan ke media. Pemerintah Indonesia (terutama Deplu) kemana aja sih? Sejak kasus wasit karate, mestinya sudah bikin travel warning ke Malaysia," pendapat Indraviro.Anda pun bisa berkomentar lewat detikForum. (nrl/gah)


Berita Terkait