PM Inggris Minta UE Stop Investasi ke Myanmar
Senin, 08 Okt 2007 23:47 WIB
Jakarta - Aksi kekerasan yang dilakukan pemerintah junta militer Myanmar mengundang reaksi keras dunia internasional. Di Eropa, PM Inggris Gordon Brown mengutuk keras kejadian yang menelan korban tewas itu.Dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (8/10/2007), dari Kedubes Inggris untuk Indonesia, Brown menyebutkan sejumlah komitmennya terhadap pemerintahan junta militer Myanmar.Pertama, Inggris mengingingkan negara-negara yang tergabung dalam Uni Eropa menerapkan sanksi yang lebih keras seperti menghentikan investasi di Myanmar. Sanksi tersebut mengikuti rencana pembekuan aset individual orang-orang yang bertanggung jawab atas tragedi 25 September tersebut.Kedua, Brown menyatakan dukungannya atas usaha Sekjen PBB Ban Ki-moon beserta utusannya Gambari yang berupaya menyegerakan proses rekonsiliasi dan demokrasi dan Myanmar. Brown mengatakan perubahan di Myanmar harus mengikutsertakan pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi dan para pimpinan minoritas lainnya.Ketiga, Brown berjanji meminta DK PBB untuk berperan aktif melakukan pengawasan terhadap kekerasan di Myanmar.Keempat, PM pengganti Tony Blair ini mengatakan akan berusaha menggunakan pengaruhnya terhadap pemimpin di Asia Tenggara agar aktif membantu penyelesaian masalah di Myanmar.Brown mengatakan pihaknya percaya korban tewas lebih dari 9 orang. Ada bukti-bukti kuat yang menunjukkan ratusan orang yang disekap di 3 tahanan di Rangoon, Myanmar.
(gah/gah)











































