Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Cium Bayi dan Balita Saat Lebaran

Waspada Campak, Dinkes DKI Imbau Jangan Cium Bayi dan Balita Saat Lebaran

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Rabu, 11 Mar 2026 13:07 WIB
Dinkes DKI Jakarta minta warga waspada penularan campak saat momen Lebaran. (Brigitta Belia/detikcom)
Dinkes DKI Jakarta minta warga waspada penularan campak saat momen Lebaran. (Brigitta Belia/detikcom)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus campak pada warga yang berdomisili di Jakarta. Namun Dinkes berpesan agar tidak memegang atau mencium anak-anak karena mereka kelompok yang rentan terhadap campak.

"Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang atau mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita, karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (10/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dinkes meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan menjelang momen Lebaran. Sejauh ini, campak belum terdeteksi di Jakarta.

"Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif. Jadi kami melakukan pemantauan dengan melakukan surveilans," ujarnya.

Ani menjelaskan pemantauan dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi lokasi surveilans untuk penyakit dengan gejala influenza (ILI) maupun infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI). Pasien yang menunjukkan gejala akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

"Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans untuk ILI dan SARI. Nanti yang memang kami temukan yang bergejala, kita cek di laboratorium," ujarnya.

Meski belum ditemukan kasus di Jakarta, Ani mengatakan beberapa daerah di sekitar ibu kota sudah mulai melaporkan adanya kasus campak. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada, terutama menjelang masa libur Lebaran.

"Sejauh ini untuk domisili di Jakarta belum ada. Tetapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada. Jadi ini tetap menjadi kewaspadaan kita bersama, terutama menjelang hari raya ketika banyak interaksi," jelasnya.

Simak juga Video: dr. Piprim IDAI Ungkap Alasan Jumlah Kasus Campak di RI Meningkat

(rdp/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini