Teka-teki Senjata Api Dipakai Pria Bunuh Diri di Jaksel

Teka-teki Senjata Api Dipakai Pria Bunuh Diri di Jaksel

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 11 Mar 2026 11:56 WIB
Ilustrasi Pistol
Ilustrasi pistol. (Foto: Getty Images/iStockphoto/vkoletic)
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang pria berinisial BA (53) ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di dalam rumahnya di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel). Polisi menyebut korban bunuh diri. Lantas dari mana pistol tersebut didapatkan korban?

"Ini yang masih kami selidiki," Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam menjawab pertanyaan soal asal-usul senpi, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi juga masih menyelidiki temuan senjata airsoft gun yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Diketahui, selain pistol jenis Glock 17 yang digunakan untuk bunuh diri, polisi juga menemukan 1 pucuk airsoft gun merek Glock 17 kaliber 4,5 mm dan 1 pucuk senapan airsoft gun merek HK MP7 kaliber 4,5 mm, berikut magasin dan amunisinya.

"Perkara ini masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan guna melengkapi administrasi penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Korban ditemukan tewas di ruang kerja rumahnya di Jalan Deplu, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/3) sekitar pukul 13.30 WIB. Kejadian ini diketahui oleh asisten rumah tangga (ART) setelah mendengar gonggongan anjing terus-menerus di sekitar rumah.

"Saksi kemudian mengecek ke sekitar lokasi rumah korban dan melihat dari luar kamar/ruang kerja korban terlihat bagian kaki korban berada di dalam kamar," jelasnya.

Seusai salat Jumat, ART mendatangi kamar korban dengan maksud menanyakan pekerjaan kepada korban. Saat pintu kamar dibuka, ART tersebut menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi luka tembak.

Hasil Autopsi

Sementara itu, dokter forensik RS Polri Kramat Jati, dr Farah P Karouw, SpFM, mengungkap hasil autopsi jenazah. Dokter Farah menyatakan korban tewas akibat luka tembak di bagian kepala.

Farah menyampaikan hasil autopsi ditemukan adanya luka tembak pada dua sisi bagian kepala. Dia juga memastikan tidak ada luka selain dari dua luka tersebut.

"Hasil autopsi yang kami temukan satu buah luka masuk pada pelipis kanan, kemudian juga ada satu buah luka tembak keluar di kepala bagian belakang sisi kiri," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan autopsi juga ditemukan tulang tengkorak patah berkeping yang mencapai dasar tulang tengkorak serta pendarahan di jaringan otak.

"Kami dari pihak kedokteran menyimpulkan sebab matinya akibat luka tembak masuk pada kepala yang menimbulkan patahnya tulang tengkorak dan pendarahan jaringan otak sehingga menimbulkan perusakan luas pada jaringan otak," jelas dr Farah.

Lihat juga Video: Polisi Usut Kepemilikan Pistol Pelaku Penembakan Pengacara di Jakpus

(mea/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads