Penyimpangan Naik, Tapi Korupsi yang Diusut Turun

Penyimpangan Naik, Tapi Korupsi yang Diusut Turun

- detikNews
Senin, 08 Okt 2007 15:37 WIB
Jakarta - Laporan kasus korupsi yang masuk pemeriksaan Semester I (Januari-Juni) 2007 dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) menurun dibanding periode sebelumnya. Padahal pada periode sebelumnya Semester II 2006, BPK telah mengeluarkan audit yang menemukan penyimpangan dan kerugian negara cenderung meningkat."Hal ini menunjukkan kinerja aparat penegak hukum rendah. Potensi korupsi sudah terlihat dari hasil audit BPK, tapi tindak lanjutnya menurun," ujar peneliti ICW Febri Hendri dalam jumpa pers di Kantor ICW Jl Kalibata Timur, Jakarta, Senin (8/10/2007).Pada semester I 2007 ini, berdasarkan monitoring ICW setiap hari terhadap pemberitaan media massa, muncul 51 kasus korupsi baru yang terungkap. Kerugian negara mencapai Rp 665,8 miliar, dengan jumlah pelaku mencapai 102 orang.Sementara, hasil audit BPK pada Semester II 2006 menemukan 5.776 kasus dugaan penyimpangan dengan kerugian negara mencapai Rp 13,3 triliun. Artinya, dilihat dari potensi kerugian, aparat penegak hukum hanya bisa mengejar 5 persen dari jumlah audit BPK itu yakni Rp 665,8 miliar."Audit BPK itu seharusnya menjadi gambaran umum bahwa kasus korupsi sangat besar namun pengungkapannya menurun," tandas kepala divisi informasi publik ICW Adnan Topan Husodo dalam jumpa pers yang sama.Untuk dibandingkan lebih jauh, menurut data ICW, sepanjang tahun 2004 muncul 153 kasus korupsi dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 4,273 triliun. Tahun 2005 sebanyak 125 kasus dengan dugaan kerugian negara Rp 5,305 triliun.Tahun 2006 sebanyak 161 kasus dengan nilai dugaan kerugian negara Rp 14,360 triliun. Lalu semester I tahun ini baru 51 kasus dengan dugaan nilai korupsi hanya Rp 655,8 miliar. (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads