Menlu:
ASEAN Frustasi Soal Myanmar
Senin, 08 Okt 2007 15:38 WIB
Jakarta - Upaya negara-negara ASEAN mendesak demokratisasi di Myanmar sudah dilakukan sejak satu dekade terakhir. Hasil nihil membuat ASEAN frustasi.Hal ini disampaikan oleh Menlu Hassan Wirajuda dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2007)."Sebenarnya constructive engagement selama 10 tahun sejak 1997 itu, tidak berhasil mendorong perubahan di Myanmar. Karena itu kita frustasi," kata Hassan.Tidak hanya ASEAN, negara-negara barat seperti Amerika Serikat pun, menurut dia, seperti kehabisan akal. Pendekatan sanksi dan tekanan yang selama ini dilakukan oleh barat tidak pernah berhasil."Proses ini menjadikan kita -ASEAN dan negara-negara barat- menjadi humble. Apalagi cara-cara yang harus kita bangun untuk mendorong perubahan?" tanyanya.Hassan menambahkan, buruknya kondisi politik Myanmar bisa menjadikan pembangunan negara-negara ASEAN tidak merata dan mengakibatkan kesenjangan."Kesenjangan pembangunan yang terlalu jauh akibat orientasi politik, juga mengakibatkan ASEAN tidak sehat dan mempersulit integrasi penuh ASEAN pada 2012," tambah Hassan.Meski demikian Hassan mengatakan, ASEAN tetap berusaha mencari solusi yang terbaik demi demokratisasi di Myanmar. "Kita tidak bicara sekedar dalam konteks bagaimana kita harus bereaksi termasuk mengecam, tetapi kita juga masih terus mengupayakan solusi yang terbaik bagi krisis politik di Myanmar," pungkasnya.
(lom/umi)











































