50% Orang Gila Terlantar di RSJ

50% Orang Gila Terlantar di RSJ

- detikNews
Senin, 08 Okt 2007 14:35 WIB
Jakarta - Tidak kurang dari 50 persen pasien rumah sakit jiwa (RSJ) di Jakarta dibiarkan terlantar di bangsal rumah sakit. Bila sudah dinyatakan sembuh, para keluarga pasien cuek saja. Tidak ada niat untuk membawa kembali ke keluarga dan masyarakat."Pasien RSJ di Jakarta rata-rata 30-50 persen tidak diambil keluarganya. Bisa karena terganggu, malu, tidak bisa merawat dan sebagainya," ujar Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Ditjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan (Depkes) Yulizar Darwis, di sela-sela peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, di Gedung Depkes, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/10/2007).Akibatnya, kapasitas rumah sakit menjadi tidak mencukupi. Di Jakarta, hanya ada satu RSJ yaitu RS Soeharto Heerdjan di Grogol yang berkapasitas 200 pasien. Sementara di RS Duren Sawit, dapat menangani pasien gila hingga 40-50 kepala. Selain itu, ada beberapa panti sosial yang ikut merawat, namun belum ada data pasti."Baru satu persen dari total Rp 3 triliun total anggaran buat persoalan orang gangguan jiwa. Padahal, idealnya 4 hingga 5 kali dari anggaran yang sekarang," keluh Yulizar mengenai kerepotan pihak rumah sakit mengelola tumpukan pasien itu.Yulizar menambahkan, keengganan keluarga untuk dapat menerima kembali pasien di lingkungan keluarga akan menambah beban pasien. Padahal, pemerimaan keluarga ini sangat penting bagi penyembuhan pasien."Kalau tidak, pasien tidak betah di masyarakat dan bisa kembali ke RSJ karena merasa nyaman dirawat. Jadi terima dia, jangan dijauhi," pinta Yulizar.Berdasarkan data Depkes, 1 dari 1.000 orang Jakarta terkena gangguan jiwa. 4 dari 5 warga Jakarta rentan terkena depresi dan kebanyakan adalah perempuan. (Ari/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads