Deplu Verifikasi Alat Sadap Malaysia Selasa
Senin, 08 Okt 2007 14:04 WIB
Jakarta - Penyitaan alat penyadap milik Kedubes Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta menimbulkan spekulasi adanya operasi intelijen. Pemerintah akan melakukan verifikasi, apakah betul negari jiran itu menggelar operasi tersebut."Akan ada verifikasi besok terhadap peralatan tersebut, bukan saja oleh Deplu, tapi juga melibatkan badan-badan intelijen kita, baik BIN, BAIS dan sebagainya," kata Menlu Hassan Wirajuda.Menlu menyampaikan hal itu dalam raker dengan Komisi I DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2007).Dia mengatakan, operasi intelijen secara terselubung yang dilakukan Kedubes Malaysia sebetulnya merupakan hal yang wajar, karena fungsi kedutaan salah satunya mengumpulkan data dan informasi mengenai negara lain."Apa sih fungsi kedutaan? Di mana-mana fungsi kedutaan, termasuk kedutaan kita adalah mengumpulkan informasi tentang negara tersebut. Bisa terbuka, bisa tidak terbuka, tapi nature mengumpulkan informasi itu juga intelijen," beber Menlu. Namun Menlu tidak bisa mengatakan bahwa pengadaan alat sadap milik Kedubes Malaysia itu sebagai satu hal yang legal atau tidak legal."Kita lihat besok verifikasi tentang alat itu," kilah dia.
(umi/nrl)











































