Mobil Diusir demi Buka Puasa SBY
Senin, 08 Okt 2007 13:45 WIB
Jakarta - Buka puasa di Mabes Polri hari ini benar-benar seperti hajatan besar. Sedari pagi persiapan terlihat mencolok. Maklum saja, buka puasa nanti petang dihadiri Presiden SBY.Mabes Polri benar-benar supersibuk. Halaman parkir pun disulap jadi tempat perjamuan. Ada tenda, kursi-kursi dan meja jamuan. "Jika hingga pukul 12.00 WIB mobil yang parkir tidak dipindahkan maka akan dilakukan penderekan," demikian pengumuman yang diperdengarkan berkali-kali di Mabes Polri sejak pukul 10.00 WIB, Senin (8/10/2007). Aturan pengusiran mobil ini memang ketat. Bahkan seorang petugas Provos berkeliling masuk ke ruang Bareskrim memberitahukan pengumuman ini. "Kecuali bintang 2 ke atas yang boleh parkir," sebut petugas itu. Alhasil beberapa mobil dinas milik jenderal bintang satu, serta perwira berpangkat kombes mesti menyingkir dan parkir di lapangan Bhayangkari yang terletak di seberang Kompleks Mabes Polri. "Ya jadi jauh deh," komentar seorang sopir. Tak hanya itu, motor milik polisi dan staf PNS yang biasanya diperbolehkan masuk (kalau mobil hanya berpangkat Kombes ke atas) pun mesti parkir di luar kompleks. Dari 3 pintu yang ada, hanya yang terletak di utara saja yang dibuka, itu pun hanya untuk tamu VIP. Sedang di selatan dan timur praktis ditutup. Kesibukan para petugas katering sudah mulai sejak pukul 11.00 WIB, piring-piring dan makanan sudah terdengar berdentingan saat disusun di meja. Tak hanya itu masjid pun sudah dihias dan ditambah pernak-pernik tertentu, misalkan 4 buah AC portabel dan karpet yang dipasang di seputaran masjid. Yang cukup seru petugas Jihandak dari Polri dan Denzipur 3 Kodam Jaya sudah melakukan penyisiran, mereka pun memasang metal detector. Dan tak ketinggalan 2 unit toilet mobile ikut didatangkan. Selain itu beberapa pegawai di Mabes Polri sudah pulang. "Sudah mulai sterilisasi," tandas seorang petugas. Buka puasa bersama polisi dengan presiden ini sudah dimulai sejak zaman Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar yang mengundang Megawati. Kini tradisi ini pun dilanjutka Jenderal Pol Sutanto yang mengundang Presiden SBY.
(ndr/nrl)











































