5.000 Kuli Bangunan Mudik Bareng
Senin, 08 Okt 2007 09:39 WIB
Jakarta - Badan-badan kekar menyeruak dari balik bus. Sebagian berkulit gelap terbakar matahari. Tangan berotot menenteng kardus besar atau ransel hitam digendong. Sebagian menggandeng istri atau anak yang masih kecil.Di Parkir Timur Senayan, Jakarta, mereka berkumpul di antara 160 bus ber-AC. Sebelumnya, keringat mulai mengucur lantaran panas lapangan parkir yang menyengat.Tepat pukul 09.00 WIB, Senin (8/10/2007), satu persatu bus itu keluar area parkir. Mereka adalah para tukang alias kuli bangunan dan mandor se-Jabodetabek yang mudik bareng dengan sponsor salah satu perusahaan semen."Tujuannya memberikan apresiasi pada ahli bangunan. Mereka telah berjasa membangun kita. Konsepnya, tiap bangunan dan rumah memiliki kita," kata Grup Marketing Semen Holcim Febby Intan di sela-sela pelepasan mudik bareng.Dengan tujuan mudik ke seluruh propinsi di pulau Jawa di 54 kabupaten, tak ada sepeser pun uang yang dikeluarkan alias gratis. Untuk mendapat mudik gratis ini, para tukang bangunan didaftarkan oleh mandor atau pemilik bangunan ke perwakilan Holcim. Lantas pihak Holcim mengiyakan setelah dicek lebih dahulu."Sekitar 800.000 penumpang dari 2 juta pemudik di Jakarta diberangkatkan dengan bus. Jadi dengan adanya pemberangkatan swasta, sangat membantu pemerintah mengurangi beban terminal," ucap Kasudin Perhubungan DKI Udar Pristono usai mengangkat bendera start pertama kali.Akhirnya, tangan-tangan berotot itu pun melambaikan tangannya dari balik bus bercat biru yang akan membawa ke kampung halaman masing-masing. Senyum mengembang diperlihatkan pada hampir seluruh pemudik. Diiringi guyonan khas presenter Dik Doang, senyum itu menjadi tertawa lepas tak berputus."Mudik-mudik... Saya tambah hitam, di tengah terik. Kalau pilih MC pilih-pilih. Tapi nggak apa, bayaran setimpal," seru Dik disambut tawa para pemudik.
(Ari/sss)











































