Agung Imam: Sekjen PDIP Tahu Dana Siluman Kampanye Fauzi

Agung Imam: Sekjen PDIP Tahu Dana Siluman Kampanye Fauzi

- detikNews
Minggu, 07 Okt 2007 20:16 WIB
Jakarta - Kasus dugaan dana siluman kampanye Fauzi Bowo-Prijanto dalam Pilkada DKI Jakarta lalu terus berlanjut. Keberadaan dana siluman dalam laporan dana kampenye pasangan yang diusung 20 parpol itu diyakini diketahui orang kedua di DPP PDI Perjuangan sebelum dilaporkan ke KPUD DKI, yaitu sekjen Pramono Anung."Pramono Anung sebagai sekjen tahu persis masalah itu," kata mantan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta Agung Imam Sumanto kepada wartawan di kediamannya, di Taman Buaran Indah 1 Blok c-1, Buaran, Jakarta Timur, Minggu (7/10/2007).Agung mengatakan, menjelang saat-saat terakhir waktu pelaporan dana kampanye pasangan calon peserta pilkada ke KPUD pada 29 Juli, bendahara Fauzi Bowo Center (FBC) Ian Faridh mendatangi sekretariat DPD PDIP DKI di Tebet, Jakarta Selatan.Kedatangan Ian menurut Agung bertujuan untuk meminta agar PDIP DKI membreak-down dana sebesar Rp 7,03 miliar yang telah dikeluarkan Ian untuk kampanye Fauzi-Prijanto. Namun keinginan pengusaha Tanah Abang itu ditolak Agung, Sekretaris dan bendahara PDIP DKI.Setelah gagal meminta persetujuan PDIP DKI, lanjut Agung, lantas Ian mencoba melobi sekjen Pramono Anung."Pramono lalu memanggil sekretaris, bendahara dan lainnya. Dia bilang, gini deh, kita juga harus toleransi, kalau Rp 1 miliar saya mau tanggung jawab. Tapi kalau Rp 7 miliar, saya tidak mau," ujar Agung menirukan perkataan Promono.Bahkan Agung menambahkan, Pramono pun memerintahkan Agung dan pengurus DPD PDIP DKI untuk menolak menandatangani surat yang disodorkan oleh Ian Faridh."Jadi ini bukan sekedar sikap pribadi saya. Tapi juga ya arahan dari sekjen," tutur Agung.Apalagi menurut Agung, DPD PDIP sebelumnya telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai penggunaan dana rutin parpol yang disubsidi dari APBD Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 260 juta."Nah, kalau saya buat surat pengakuan Rp 7 miliar berarti saya bohong. Jadi siapa yang ngawur. Kalau saya bilang dia (Pramono) yang ngawur," ujar dia.Sebelumnya, Pramono mengatakan sikap dan pernyataan Agung tentang keberadaan dana siluman dalam laporan dana kampanye Fauzi Bowo-Prijanto adalah pernyataan yang mengada-ada. Menurut Pramono, sikap Agung didasari karena sakit hati setelah di-non-aktifkan dari kepengurusan PDIP DKI akibat dugaan terlibat money politik.Justru Agung mempertanyakan sikap Pramono yang terkesan tertutup soal keberadaan dana siluman kampanye Fauzi."Sekjen itu orang kedua loh di DPP, masa omongannya plintat-plintut," pungkasnya. (rmd/mly)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait