Asean Diminta Turut Aktif Tegakkan Demokrasi di Myanmar

Asean Diminta Turut Aktif Tegakkan Demokrasi di Myanmar

- detikNews
Minggu, 07 Okt 2007 16:33 WIB
Jakarta - Ketidakberdayaan demokrasi di Burma (Myanmar) yang berlanjut dengan aksi kekerasan oleh junta militer dikecam banyak pihak. Asean, termasuk Indonesia, diminta tidak tinggal diam. Mereka dituntut berperan dalam penegakan demokrasi di Myanmar. Tuntutan ini disampaikan Forum Politisi Muda dalam jumpa pers di Kantor Friedrich Naumann Stistung (FNS) di Jl. Rajasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (7/10/2008). Forum Politisi Muda ini beranggotakan oleh para politisi dari PDIP, PKB, Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PAN.Hasto Kristiyanto, pendiri forum ini mengatakan, apa yang dimaksud politik bebas aktif yang dianut Indonesia bukanlah politik netral, tapi berpihak kepada kemerdekaan dan demokrasi. "Sangat disesalkan Asean kini tidak lagi berpihak pada isu-isu itu yang menyangkut kemerdekaan dan demokrasi pada negara-negara anggotanya. Asean hanya menjadi forum ekonomi saja," tutur Hasto. Karena itulah, kata dia, forum mendesak Asean untuk turut menegakkan demokrasi dan kemerdekaan pada negara-negara anggotanya, terutama di Burma. "Dan melalui pemerintah RI kita menyerukan diadakan pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin-pemimpin Asean untuk membicarakan masalah Burma, hingga bisa melakukan intervensi ke dalamnya," kata anggota DPR dari FPDIP itu. "Contohnya adalah mendorong Cina dan India yang berkaitan langsung dengan kasus Burma untuk ikut serta dalam menjatuhkan junta militer di sana," imbuh Hasto.Sebenarnya, menurut Hasto, dengan tidak adanya tekanan secara nyata terhadao Burma dari Indonesia maupun Asean, hal itu sudah merupakan bentuk dukungan terhadap junta militer Myanmar. "Karena itu kita harus membuat tekanan untuk Burma," jelas dia. Banyak tekanan yang seharusnya bisa dilakukan. Sebagai contoh, pembebasan tahanan politik, memonitoring Burma melalui Asean dan mempercepat Pemilu Burma dengan dukungan Asean, India, Cina, dan bahkan melalui PBB. Sementara itu, Warsito Ellwein, sekretaris forum, menyatakan, selain atas alasan kemanusiaan, penyelesaian masalah Burma dengan segera merupakan suatu hal penting. "Karena pada 2015, kita berencana membentuk Uni Asean, yang berarti mengikutsertakan Burma di dalamnya. Karena itu, masalah Burma harus diselesaikan segera agar tidak muncul masalah-masalah nantinya," ujar dia. (asy/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait