"Sebenarnya ide BoP itu ide yang bagus. Siapa pun upaya kita untuk perdamaian selalu baik. Cuma kita harus melihat praktiknya bagaimana. Jangan kita baru bikin BoP tapi baru satu minggu sudah menyerang, berperang dengan negara lain," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
JK menilai upaya perdamaian melalui BoP merupakan ide yang bagus jika pelaksanaannya sesuai dengan misi. Menurut JK, perlu dilakukan koreksi tentang BoP tersebut.
"Jadi makna BoP itu menjadi bertentangan dengan niatnya. Jadi kita penting apabila menjalankan misinya sesuai dengan awalnya. Tapi kenyataannya tidak kan? Jadi memang perlu koreksi tentang BoP itu," ujarnya.
Saat ditanya pandangannya apakah RI perlu mundur dari BoP, JK mengatakan perlu dilihat lebih dulu apa yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan. JK mendukung jika BoP bisa membuat kedamaian di Palestina.
"Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan dalam beberapa bulan akan datang. Kalau BOP itu bisa membuat kedamaian di Palestina contohnya, oke kita dukung. Agar kalau sebenarnya punya kemungkinan karena ada tujuh negara Islam yang tentunya ingin begitu," ujar JK.
JK menyoroti praktik yang terjadi tentang serangan ke Iran. Dia menilai ujian yang terakhir ialah bagaimana upaya untuk memberikan pengakuan kepada Palestina.
"Cuma ini ada hak veto dari Trump. Jadi jangan hanya menjadi lambang atau pengikut dari Trump aja. Jadi kita lihat buktinya seperti ini. Ternyata bicara perdamaian yang terjadi perang," kata JK.
"Ya jadi ujian yang terakhir ialah cara mendamaikannya Palestina dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel ya buat apa," tambahnya.
Lihat juga Video: JK Bertemu Sudirman Said hingga Ketua BEM UGM, Bahas Apa?
(zap/dhn)











































