Pakaian dan Kue Lebaran dari Hasil Mengemis
Sabtu, 06 Okt 2007 10:55 WIB
Palembang - Setelah dua pekan mengemis, beli pakaian, beli kue, lalu pulang kampung untuk Lebaran. Inilah yang dilakoni Juminten (52), warga Pulaurimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, selama tiga tahun ini."Ya, mau apo lagi, Dik. Hidup susah. Semuanya mahal. Kito juga mau Lebaran. Ya, dari tani buat beli selembar pakaian dak cukup," kata Juminten, saat mangkal di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II, Jalan Merdeka, Palembang, Sabtu (06/10/2007).Juminten yang mengaku memiliki tanah seluas setengah hektar tapi tanaman padinya tidak subur lantaran tanah gambut ini, sehari-hari menjadi buruh lepas pada sebuah perkebunan sawit."Tanahku sebagian sudah dijual ke perusahaan perkebunan sawit. Mau menanam sendiri, mana ada modal. Apalagi suami dan anakku merantau ke Jakarta, dan sudah lima tahun tidak pulang," kata transmigran asal Malang yang datang ke Pulaurimau sejak tahun 1983 ini.Menjadi pengemis dilakoni Jumintem sejak tahun 2003 lalu. "Aku diajak tetanggaku. Pertama agak malu, tapi ya seterusnya biasa bae," katanya.Juminten selama di Palembang tidur di teras Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II bersama puluhan pengemis lainnya. Di masjid ini pula mereka menumpang mandi atau berganti pakaian.Biasanya, dia mengemis di Palembang selama dua pekan. Dua atau tiga hari menjelang Lebaran, dirinya bersama beberapa temannya pulang ke kampung."Ya, kalau uang sudah cukup, baleklah. Uang sebagian besar belanja buat beli pakaian dan kue," kata ibu yang tinggal bersama anak perempuannya ini.Selama dua pekan itu, Juminten mendapat penghasilan berkisar Rp 1 juta, dengan asumsi sehari-hari dia menerima sedekah rata-rata Rp 50 ribu.
(tw/nvt)











































