Pengemis Mulai Serbu Palembang
Sabtu, 06 Okt 2007 08:55 WIB
Palembang - Sudah tiga hari ini Palembang diserbu para pengemis musiman. Para pengemis tersebut ditengarai berasal dari sejumlah daerah yang saat ini mengalami masa paceklik.Pengemis yang umumnya ibu-ibu dan anak-anak ini memadati pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan rumah ibadah.Bila berbelanja di pasar tradisional di Palembang, misalnya Pasar 16 Ilir, hampir setiap orang tengah berbelanja akan ditunggui seorang pengemis. Pengemis yang berani mencolek tangan atau pinggang ini adalah anak-anak.Bila si pengemis itu diberi uang, dalam hitungan detik, puluhan pengemis lain akan menyerbunya."Wah, repot nian. Bukan tidak ikhlas, tapi ya itu, saya sempat ketakutan saat dikelilingi mereka," kata Badriah (33), warga Talangsemut, Palembang, yang tengah berbelanja pakaian buat keluarganya di sebuah toko pakaian, Pasar 16 Ilir, Sabtu (6/10/2007).Sementara pengemis yang mangkal di pusat perbelanjaan, mereka nongkrong di lapangan parkir atau di tangga. Mereka akan membututi setiap saja yang baru keluar dari berbelanja. Jika diberi uang, pengemis yang lain akan datang bergantian. Para pengemis itu umumnya anak-anak dan ibu-ibu.Hal serupa juga tampak di masjid, seperti Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II yang terletak di Jalan Merdeka Palembang. Pengemis di masjid ini tampak lebih tertib. Mereka duduk bersila sepanjang jalan menuju dalam masjid.Sedangkan di jembatan penyeberangan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Palembang, juga dipenuhi pengemis. Para pengemis di jembatan penyeberangan ini umumnya wajah lama, atau pengemis yang sering dijumpai.Menariknya, bila tidak ada orang yang memberinya sedekah, si pengemis akan menggoncang kaleng atau gelas plastik tempat menadah uangnya, sehingga beberapa uang logam berbenturan menimbulkan bunyi berisik. Cring...cring...cring.Pengemis-pengemis ini juga mendatangi warga di kampung atau di pemukiman. Mereka pun menerima sedekah apa saja, mulai dari uang, beras, maupun pakaian.Lalu, dari manakah para pengemis dadakan ini? Diperkirakan mereka berasal dari sejumlah dusun atau desa di Sumsel yang saat ini mengalami masa paceklik."Biasanya wong dari Pulaurimau, Sungsang, atau yang terdekat dari Pemulutan. Itu biasa setiap mau Lebaran. Tapi kan sekarang musim kemarau yang sudah agak lama, sebagian mereka belum panen atau paceklik, pasti banyak yang menjadi pengemis kePalembang. Biasanya seminggu sebelum Lebaran, pengemis membludak," kata Suparman (49), penjaga pasar di Pasar 16 Ilir.
(tw/nvt)











































