Gerakan Alquran Suci Mirip Intel
Sabtu, 06 Okt 2007 02:00 WIB
Bandung - Pola perekrutan jamaah yang tertutup serta ketatnya pengamanan informasi mengenai kegiatan kelompok Alquran Suci, mirip dengan pola intelijen. Kelompok ini dinilai sudah terorganisir secara rapi.Demikian disampaikan Ketua Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) FUUI, Hedi Muhammad, saat ditemui detikcom di kediamannya Jalan Negla, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/10/2007)."Alquran Suci ini menggunakan pola intelijen. Mereka menutup jaringan dari dunia luar. Kita tidak diberikan kesempatan untuk masuk dunia mereka, sebelum kita melakukan baiat pada mereka," ujar Hedi.Sehingga wajar, lanjutnya, sekretariat kelompok ini tidak diketahui oleh pihak lain di luar jamaah Alquran Suci. Biasanya, mereka sering berpindah-pindah untuk menghilangkan jejak.Pola perekrutan kelompok ini pun sangat tertutup. Mereka, kata Hedi, membentuk jaringan persis konsep bisnis yang diterapkan multy level marketing (MLM) untuk merekrut downline."Target yang akan direkrut itu, tampaknya diperhatikan sudah sejak lama. Mereka ulet mendekati target. Bukan pengajaran yang mereka berikan, tapi berupa doktrin," tambahnya.Hedi mengaku, untuk menyelidiki kelompok ini cukup sulit, karena mereka tampaknya sudah terorganisir secara rapi. "Kita tidak tahu sudah berapa lama kelompok ini didirikan. Kalau tidak ada kasus Yulvie, belum tentu identitas kelompok ini diketahui. Ini menandakan kelompok ini sudah terorganisir," katanya.Hedi mengatakan, Alquran Suci ini berbeda dengan kelompok Inkarusunnah yang muncul sekitar tahun 1970-1980, yang sedikit lebih terbuka.Ketika ditanya apakah ada penggalangan dana untuk perjuangan dalam Alquran Suci, Hedi mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengendus hal itu. "Inilah anehnya. Berbeda dengan NII KW IX, belum apa-apa mereka sudah berbicara dana seperti dana hijrah. Dari keterangan calon korban, tidak disinggung mengenai dana. Ini baru kesimpulan sementara kami," tandasnya.
(ern/nvt)











































