Jelang Lebaran, Perlu Hari Mudik Sepeda Motor
Sabtu, 06 Okt 2007 00:22 WIB
Jakarta - Keterbatasan ekonomi memaksa sebagian pemudik dari Jakarta menggunakan sepeda motor. Sebagai bentuk perhatian, pemerintah pun diminta untuk menetapkan hari mudik menggunakan sepeda motor."2,5 Juta pemudik akan bergerak menggunakan sepeda motor. Ini pasti akan sangat mengganggu lalu lintas dan menambah kemacetan, selain berpotensi kecelakaan. Karena itu, pemerintah harus menetapkan hari motor mudik, mungkin H-3 atau H-4," kata anggota FPAN DPR Sahrin Hamid.Hal itu disampaikan dia dalam keterangan pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2007).Menurut politisi yang ditunjuk sebagai Kapolri dalam Shadow Government ini, pemerintah harus memperhatikan nasib para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Salah satunya dengan memberikan fasilitas pengawalan dan bisa juga dengan menggunakan jalur tol untuk hari-hari tertentu saat mudik."Kalau sudah ada hari mudik, para pengguna motor akan menggunakan hari itu, karena mendapat fasilitas pengawalan polisi dan bisa melewati jalut tol. Karena itu, mudik mereka lebih lancar dan tidak mengganggu lalu lintas," sambung Sahrin.Agar para pemudik merasa nyaman sekaligus meminimalkan angka kecelakaan akibat kelelahan maupun mengantuk, pemerintah diminta menyediakan titik-titik istirahat. Selain itu penting pula disediakan tempat untuk pengecekan kendaraan bermotor demi menjaga stamina perjalanan selanjutnya."Rest area dan bengkel-bengkel motor harus disiapkan dalam hari mudik itu, kalau pemerintah memang berpihak kepada rakyat miskin yang mudik dengan kendaraan," tambah Sahrin.Dia menilai, para pemudik sepeda motor selain karena alasan ekonomi dan keterbatasan tiket juga karena ingin menunjukkan kesuksesannya selama bekerja di Jakarta. "Karenanya, pemerintah harus memberikan kesempatan pada mereka. Jangan hanya yang berduit saja yang diurus," tandasnya.
(nvt/nvt)











































