Hendak Mudik Tiket Dicuri
Jumat, 05 Okt 2007 17:34 WIB
Jakarta - Rika (38) tidak menyangka rencana mudiknya ke Ambon lewat Surabaya berantakan. Seorang pria yang mengaku anggota TNI tega mencuri tiketnya. Rika dan keluarga terpaksa bermalam di Stasiun Senen.Wanita yang bekerja sebagai perawat di Cina ini sedang libur 2 bulan dan pulang ke Indonesia. Di Indonesia dia tinggal di Serang, Banten, dan berencana mudik bersama dua anak dan ibu mertuanya. Mereka rencananya berangkat dari Stasiun Senen dengan kereta ekonomi Kertajaya ke Surabaya, lalu ke Ambon dengan kapal laut.Semestinya Rika berangkat Jumat (5/10/2007) pukul 16.15 WIB. Sebelum berangkat, di peron stasiun, Rika mengaku didatangi seorang pria tinggi tegap. Tingginya sekitar 170 cm, dia memakai kemeja putih dan di dalamnya memakai kaos loreng."Dia bilang dapat satu gerbong khusus tentara untuk 60 orang, tempatnya masih kosong, kalau mau nanti dicariin tempatnya. Saya percaya saja, sudah terlanjur senang," ujar Rika kepada detikcom.Pria itu meminta 4 karcis milik Rika, alasannya agar bisa dicap. Rika dan anaknya mengikutinya sampai lorong penyeberangan bawah tanah Stasiun Senen. Namun pria tersebut melarang Rika mengikutinya."Kata dia, dia mau ke kantor di atas tapi saya nggak boleh ikut. Kalau saya kelihatan nanti malah nggak boleh dicap," lanjut Rika.Rika baru sadar dirinya tertipu setelah pria itu tidak kembali lagi. Barulah setelah itu Rika melapor ke polisi. 4 Tiket yang berharga total Rp 173 ribu, hilang sudah."Dia ngomongnya baik-baik. Mengaku pernah tugas di Ambon 3 tahun, di Aceh 2 tahun. Dia bahkan nawarin bawa barang-barang saya ke kereta," ujar Rika lirih.Kereta Kertajaya pun berangkat pukul 16.15 WIB. Rika hanya bisa menatap sedih kepergian kereta mudiknya. Dia dan keluarganya pun memutuskan bermalam di Stasiun Senen beralaskan koran."Saya besok terpaksa beli tiket lagi," ujarnya pasrah.
(fay/sss)











































