Proyek Busway Cililitan-Priok Bikin Macet Jakarta Menggila
Jumat, 05 Okt 2007 16:57 WIB
Jakarta -
Kemacetan di jalan raya rasanya sudah sulit ditoleransi. Hampir satu bulan proyek pembetonan busway koridor X (Cililitan-Tanjung Priok) dilakukan. Satu bulan pula kemacetan parah terjadi sepanjang jalur itu.Kondisi yang mengesalkan para pengguna jalan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Bisa dibayangkan, kendaraan yang melintasi jalan tol yang notabene adalah jalan bebas hambatan, tetap saja terhambat."Wah gila. Dari Mapolda kesini (Mapolres Jakarta Utara) sampai dua jam. Padahal saya lewat tol. Bagaimana kalau lewat jalan biasa," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Musyafak, di kantornya, Jl Yos Sudarso, Jumat (5/10/2007).Kemacetan gila-gilaan ini mulai terjadi ketika warga Jakarta menggeliat di jalanan menuju kantor masing-masing. Daerah yang menjadi langganan kemacetan antara lain di perempatan Utan Kayu, Pramuka, Rawasari, Cempaka Mas, Sunter, hingga Enggano sampai terminal bus Tanjung Priok. Parahnya, macet ini bercampur debu dan keringnya cuaca Jakarta Utara. Jika kawasan tersebut sudah kena macet, efek dari kemacetan lebih parah lagi. Kendaraan yang melintas di Jl Pramuka dan Jl S Parman dijamin tak bergerak. Hal itu bisa dirasakan ketika jam pulang kerja. Kemacetan di perempatan Pramuka bisa sampai perempatan jalan Matraman.Lebih memusingkan, untuk menghindari ruas jalan itu tidak tersedia jalur alternatif. Kalau pun ingin menghindari, dapat melalui jalur tengah lewat jalan Mangga Dua, Gunung Sahari, Senen atau Monas. Namun kelegaan sejenak kembali dihadang oleh kemacetan pembangunan busway Pinang Ranti-Pluit yang melintasi jalan MT Haryono, Gatot Subroto, hingga Pluit. Serba salah!Jadilah Jakarta seperti berkalung macet luar biasa. Semua akses masuk dan keluar Jakarta diisi dengan titik-titik kemacetan. "Jadi gimana lagi. Itu sudah diprogramkan," keluh Musyafak pasrah.
(Ari/ana)










































