Muladi: Capres Bermunculan, Etika Pancasila Luntur

Muladi: Capres Bermunculan, Etika Pancasila Luntur

- detikNews
Jumat, 05 Okt 2007 15:29 WIB
Jakarta - Saat ini ada beberapa kalangan yang berupaya melemahkan semangat rakyat dan merongrong pemerintahan yang masih berlangsung. Ini terkait dengan bermunculannya para calon presiden 2009. Ada kesan seolah-olah pemerintahan SBY-JK tinggal enam bulan lagi. "Ini urusan nasional akan menjadi masalah etika politik. Saya kira, etika Pancasila sudah luntur betul," tegas Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi yang ditemui usai upacara peringatan HUT TNI ke-62 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2007).Dengan kejadian ini, menurut Muladi, Indonesia mengalami krisis fatsoen politik. "Itu yang saya katakan, krisis fatsoen politik, krisis etika berpolitik, padahal pemerintahan masih memiliki kewenangan menjabat. Ini bisa melemahkan semangat rakyat," kata Muladi. Selain melemahkan semangat rakyat, lanjut Muladi, pemerintah juga merasa dirongrong. "Tapi juga rakyat merasa ada rongrongan terhadap kekuasaan yang sedang bejalan," ujarnya lagi.Muladi mempersilakan siapa pun untuk mengajukan diri sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang. Namun Muladi meminta mereka menggunakan etika yang benar. "Tidak usah menyerang pemerintah yang sekarang. Maju saja seperti biasa," imbuh dia.Menurut Muladi, budaya sebagian elit politik saat ini masih seperti dahulu, padahal bangsa Indonesia sudah 62 tahun merdeka. Saat ini, lanjut dia, muncul pernyataan seolah-olah masa Presiden SBY tinggal enam bulan lagi. (zal/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads