Ratusan Pemulung Serbu Sisa Kebakaran Tambora
Jumat, 05 Okt 2007 11:37 WIB
Jakarta - Dengan berbekal karung dan alat pengais, ratusan pemulung lincah mengumpulkan sisa-sisa kebakaran di Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Besi-besi bekas bahkan emas pun dikantongi.Pemulung mengumpulkan besi, seng, kompor dan perkakas rumah tangga yang hangus terbakar ke dalam karung."Lumayanlah kalau saya jual dapat Rp 100 ribu per hari," kata Wahyu kepada detikcom saat mengais sisa kebakaran di sepanjang Jalan Grindo Raya RT 2 RW 12, Duri Selatan, Jumat (5/10/2007).Tidak hanya besi-besi sisa kebakaran, beberapa pemulung tampak mencari uang recehan dan emas yang tercecer ke pinggir sungai di kawasan itu."Saya dapat cincin emas. Tetapi nggak tahu ya berapa karatnya. Tadi saya juga dapat banyak uang recehan Rp 500," kata Trisno sambil menunjukkan hasil pencariannya itu.Beberapa warga tampak menjaga puing-piung rumah mereka agar tidak dijarah para pemulung. Pemulung memang tidak dapat masuk ke dalam mulut-mulut gang, tempat pemukiman warga.Si jago merah melahap 248 rumah yang tersebar di 8 RT dan 2 RW di Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis 4 Oktober malam. Akibatnya, 2.002 warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Lebaran pun terancam dirayakan di tenda-tenda darurat.BantuanBantuan bagi korban kebakaran Tambora, Jakarta Barat, terus mengalir. Sejumlah parpol tampak memberikan bantuan air mineral dan mie instan. Bak kampanye, bendera parpol pun berkibar di puing-puing kebakaran.Dus-dus berisi air mineral dan mie instan terlihat dikirim dari Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat.Nah...setelah menyetor bantuan, beberapa orang perwakilan partai terlihat sibuk menancapkan bendera-bendera partainya. Ada kuning dan biru.Semetara aparat TNI pun tidak kalah sibuk. TNI membuat tenda darurat dan dapur umum untuk korban kebakaran.
(aan/nrl)











































