Ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo Km 16 hingga kini masih tertutup total oleh material longsor imbas batu besar longsor. Alat berat mulai diterjunkan untuk membuka akses.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan sebelum dilakukan proses penanganan tim gabungan terlebih dahulu melakukan asesmen dan pemetaan kondisi di sekitar titik longsor.
"Tadi dari Basarnas sudah memantau langsung di atas lereng dan juga dilakukan pemantauan menggunakan drone. Kondisinya memang ada beberapa potensi longsor susulan," kata Triadi, dilansir detikJatim, Rabu (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, kontur tanah di atas lereng menyerupai lumpur. Bahkan, di sisi timur, terdapat titik longsor susulan dan materialnya masih tertahan di atas.
"Kemudian, kami temukan beberapa jalur aliran air. Jalur tersebut bisa memperparah kondisi lereng jika terjadi hujan deras karena alirannya buntu. Kalau jenuh airnya ya bisa berpotensi longsor susulan," imbuhnya.
Untuk menangani tanah longsor ini, tim gabungan menerjunkan satu unit alat berat untuk menyingkirkan beberapa material batu yang berukuran kecil.
"Sedangkan untuk batu besar akan kami pecah dengan breaker. Namun, untuk operasional breaker akan kami uji dulu terhadap dampak getarannya. Jangan sampai nanti memicu material di atas turun," ujar Triadi.
Pihaknya berharap proses penanganan longsor dapat berjalan dengan lancar sehingga arus lalu lintas dari kedua arah bisa kembali lancar.
Simak selengkapnya di sini.
Lihat Video: Detik-detik Batu Raksasa Runtuh Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo
(yld/idh)










































