Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Satpol PP menindak tegas pengemis dan manusia gerobak yang kerap muncul menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menegaskan praktik tersebut tidak mencerminkan Jakarta sebagai kota global.
Hal itu disampaikan Pramono usai melantik 521 pejabat fungsional di Balai Kota, Rabu (4/3/2026), yang mayoritas merupakan pejabat fungsional Satpol PP.
"Kami sudah melakukan penertiban termasuk yang disebut dengan manusia gerobak. Dan Alhamdulillah sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya," kata Pramono kepada wartawan di Balai Kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, momentum pelantikan pejabat fungsional Satpol PP harus diikuti dengan penguatan penegakan aturan di lapangan. Ia meminta tindakan dilakukan secara tegas namun tetap humanis.
"Kebetulan hari ini juga dilantik fungsional Satpol PP, yang mayoritas kami akan meminta mereka untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pengemis yang ada di Jakarta. Karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global," ujarnya.
Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI tetap membuka ruang kerja bagi warga agar tidak bergantung pada aktivitas mengemis di jalanan. Salah satunya melalui kebijakan pelonggaran syarat pendidikan untuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).
"Sebagai pemerintahan, kami tentunya ingin semua orang di Jakarta mempunyai kesempatan untuk bekerja. Misalnya PJLP, yang dulu syaratnya untuk pasukan oranye itu SMA, sekarang syaratnya SD saja cukup. Itu salah satu terobosan yang kami lakukan," tuturnya.
Lihat juga Video: Pengemis Ngaku Anak Sukarno Saat Diinterogasi Satpol PP











































