'Bom Bencong' Menangkan Nobel Perdamaian Ig Tahun ini
Jumat, 05 Okt 2007 07:34 WIB
Cambridge - Sebuah senjata kimia yang dapat membuat serdadu 'tergoda' dengan rekannya atau dikenal sebagai 'bom bencong' dianugerahi Nobel Perdamaian Ig. Sebuah penghargaan yang membuat orang tertawa lalu berpikir.Seperti dilansir AFP, Jumat (5/10/2007), senjata buatan Laboratorium Angkatan Udara Amerika Serikat itu dianugerahi penghargaan Nobel Perdamaian ala humor itu dalam acara yang berlangsung di Universitas Harvard, Massachusetts, Amerika Serikat, Kamis (4/10/2007) waktu setempat.Penghargaan Nobel Ig ini digelar untuk menghormati penemuan atau terobosan ilmiah yang aneh tapi nyata. Nominasi Ig dipilih oleh majalah ilmiah Humor Annals of Improbable Research berdasarkan makalah ilmiah yang "membuat orang langsung tertawa dan lalu berpikir".Nobel Kimia Ig diraih oleh peneliti Jepang Mayu Yamamoto. Yamamoto mendapatkan penghargaan tambahan. Sebuah toko es krim lokal membuat resep baru yang disebut "Yum-a-Moto Vanilla Twist" untuk penemuannya mengekstrasikan vanila dari kotoran sapi.Penghargaan juga diraih ilmuwan yang menemukan Viagra dapat menolong hamster mengatasi jet-lag. Dua peneliti Inggris-AS yang meneliti efek samping menelan pedang juga mendapat penghargaan.Lebih lucu lagi, penelitian sebuah tim ilmuwan Spanyol yang akhirnya menemukan fakta tikus bisa membedakan Bahasa Jepang dan Bahasa Belanda. "Ini mengejutkan. Ini merupakan hal terakhir yang kita harapkan. Membawa keluar satu ketakutan kebanyakan ilmuwan," komentar Nuria Sebastian-Galles, salah satu anggota tim dari Spanyol itu mengenai hasil penelitian mereka.Riset yang mendapat perhatian tahun ini adalah studi mengenai mengapa kertas berkerut dan mengapa kata 'the' di indeks menyebabkan sakit kepala. Juga penghargaan diraih seorang Taiwan yang menemukan alat menjaring perampok bank.Setiap pemenang penghargaan diberi kesempatan 60 detik untuk berpidato. Jika melewati waktu, seorang anak kecil berusia 8 tahun berteriak "Tolong berhenti, saya bosan".Namun begitu, banyak peneliti berkeinginan untuk tampil di penghargaan yang disampaikan oleh para pemenang Nobel betulan itu. Setelah memenangkan penghargaan lucu tapi nyata itu, mereka akan diberi kesempatan menjelaskan karya mereka dalam bentuk kuliah di Massachusetts Institute of Technology, institut teknologi paling bergengsi di dunia.
(aba/nrl)











































