Sekpri Irawady: Mustafa Abdullah Tahu Rencana Penjebakan
Kamis, 04 Okt 2007 23:15 WIB
Jakarta - Sekretaris Pribadi (sekpri) Irawady Joenoes (IJ), M Raffadian Bratanata, mengaku anggota Komisi Yudisial yang lain, Prof Mustafa Abdullah, mengetahui rencana penjebakan Freddy Santosa (FS).Mustafa mengetahui rencana itu setelah diberitahukan oleh Brata bahwa Irawady akan menjebak Dirut PT Persada Sembada itu. Rencana penjebakan itu disampaikan Irawady setelah Brata bertemu Freddy Santosa yang menawarkan 'suap' miliaran rupiah.Tanggapan Irawady yang berencana akan menjebak itu disampaikan Brata ke Mustafa Abdullah. "Pada saat itu beliau terkejut dan saya minta beliau konfirmasi lagi kepada saudara Komar (staf Brata) agar lebih jelas bahwa itu bukan pernyataan saya sendiri. Dan hal tersebut juga dicatat oleh Prof Mustafa untuk bahan rapat internal," tutur dia.Selain Brata, rencana penjebakan itu juga diketahui Komar (staf yang diperbantukan di sekretariat) dan Jonsi (di Biro Pengawasan Hakim). Namun tidak ada yang ikut rencana penjebakan itu."Saya juga tidak mengetahui ada rencana pertemuan FS dengan IJ. Itu juga merupakan pertemuan pertama antara IJ dengan FS. Sebelum penangkapan, IJ sempat telepon dan mengatakan bahwa dirinya berada di Panglima Polim," pungkas Brata usai diperiksa penyidik KPK di Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (4/10/2007) itu.
(nwk/aba)











































