Internasionalisasi Rasa Sayange Diyakini Malaysia Tidak Terjadi
Kamis, 04 Okt 2007 21:09 WIB
Jakarta -
Beberapa kelompok di Indonesia tidak terima lagu Rasa Sayange digunakan untuk promosi wilayah Malaysia. Mereka pun berencana untuk menginternasionalisasikan masalah ini. Tapi Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato' Zainal Abidin Zain meyakini hal itu tidak akan sampai terjadi. "Saya rasa ini tidak akan pergi kemana-mana. Bila digunakan otak kita sendiri pun kita tahu ini lagu rakyat. Lagu nusantara," katanya. Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara dialog publik 'Menata Kembali Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2007). Lagu Rasa Sayange adalah milik bangsa Melayu. Dato' mengatakan sebelum Indonesia dan Malaysia merdeka, lagu itu sudah ada. Ribut-ribut soal lagu itu, menurut Dato', tidak terjadi di negaranya. Dia pun heran kenapa orang-orang Indonesia keberatan penggunaan Rasa Sayange di iklan pariwisata Malaysia. "(Di Malaysia) Tidak (ribut) ini. Sebab ini lagu rakyat. Saya sendiri masih nyanyi lagu itu tidak ada masalah," ungkapnya. Malaysia tidak pernah mengklaim Rasa Sayang adalah lagu milik negeri Jiran tersebut. Alasan pemilihan Rasa Sayang sebagai lagu iklan pariwisata semata-mata karena iramanya yang ceria. "Sebab ini adalah lagu yang disenang semua orang. Lagu ini sudah berapa tahun dinyanyikan oleh dato' nenek," jelas dia.
(gah/asy)










































