Serangan Irawady Joenoes terhadap Sekjen KY

Serangan Irawady Joenoes terhadap Sekjen KY

- detikNews
Kamis, 04 Okt 2007 19:17 WIB
Jakarta - Irawady Joenoes berkelit. Dia tidak mau dituding menikmati suap sendirian. Bocoran hasil pemeriksaan terhadap dirinya oleh KPK pada 2 Oktober 2007 memperlihatkan bahwa Irawady mengaku tidak pernah meminta nomor telepon Freddy santoso. Justru Sekjen KY Muzayyin Mahbub yang memberikan nomor telepon Irawady ke Freddy, saat mereka bertemu di Hotel Mahakam. Dan Freddy pula yang menawarkan imbalan Rp 7-8 miliar, agar panitia KY membeli tanahnya. Hasil pemeriksaan itu menyebutkan bahwa Irawady meminta agar para anggota komisoner berhati-hati. Lalu sesuai surat tugas bernomor 37 GAS/PKY/1X200, Irawady mengaku melakukan penyamaran atau provokator intelijen terhadap Freddy. Dan keduanya sempat bertemu di Hotel Mahakam. Irawady juga menyatakan bahwa dia melakukan tugas penyamaran itu tanpa sepengetahuan pimpinan KY dan hanya diketahui oleh stafnya yakni Branata, Yonci, dan Komar. Sementara itu kuasa hukum Irawady, Firman Wijaya menuturkan pembelaan bahwa kliennya tidak setuju dengan tanah yang berlokasi di Jl Kramat Raya. "Itu tidak termasuk dalam lokasi pilihan yang diumumkan di surat kabar," jelas dia usai menjenguk Irawady di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (4/10/2007). Dia menjelaskan nama lokasi Kramat Raya sebelumnya tidak pernah muncul dalam beberapa kali rapat pleno, namun pada rapat keempat tiba-tiba lokasi itu dijadikan pilihan. "Setelah rapat pleno ke 4 pada 28 Agustus 2007 (Irawady mengaku tidak hadir dalam rapat ini dengan alasan mengantar istrinya ke rumah sakit) diputuskan membeli tanah di Kramat Raya 57," jelas Firman. Dan pada 22 Agustus, ada nota dinas dari Muzayyin tentang pengadaan tanah yang disampaikan kepada para komisioner KY. "Tapi klien saya mengabaikan," tandasnya. Firman menambahkan dalam rapat pleno sebelumnya pada 25 Juli memang pernah dimunculkan alternatif lokasi di Jl Kramat, namun dengan alasan bukan terletak di lokasi ring 1, ide itu tidak diungkit-ungkit lagi. "Dalam rapat pleno saat itu, Pak Irawady juga menyampaikan cerita dan rumus penawaran uang dari Freddy Santoso yang ingin menemui dia di kantor maupun di rumah," jelas Firman. (ndr/asy)


Berita Terkait