Isyarat JK Pisah dengan SBY Sah-sah Saja
Kamis, 04 Okt 2007 17:45 WIB
Jakarta - Pernyataan Wapres JK yang mengisyaratkan tidak akan bersanding lagi dengan SBY dalam Pilpres 2009 dinilai wajar. Sebab JK merupakan ketua umum Partai Golkar dengan jumlah anggota parlemen terbanyak.Namun agar tugas kenegaraan tidak terganggu, kedua pemimpin ini diminta tetap menjalin komunikasi."Tindakan JK itu wajar, karena beliau pemimpin partai terbesar perolehan kursinya di parlemen. Tapi karena SBY-JK masih resmi menjabat, jangan sampai rivalitas ini mempengaruhi tugas pelayanan kepada rakyat," tutur Ketua FKB DPR Effendi Choirie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10/2007).Gus Choi yang bertemu langsung dengan JK dalam acara tersebut mengaku bisa memahami sikap Kalla.JK, kata dia, dalam posisi dilematis. Sehingga untuk amannya, JK mengambil sikap politis seperti itu. Karena di satu sisi, sebagai partai terbesar, dorongan internal Partai Golkar menghendaki JK maju sebagai capres.Namun di sisi lain, realitas yang tidak bisa dipungkiri adalah posisi JK sebagai wapres, sehingga kebijakan politik dan langkahnya harus seiring dengan langkah presiden."Saat Pak JK turun dari tangga, beliau bilang sama saya, saya ini dilematis. Saya ini partai besar pemenang pemilu, sehingga paling aman saya ngomong seperti tadi," tutur Gus Choi menirukan ucapan JK.Bahwa JK baru akan mendeklarasikan maju sebagai capres tiga bulan menjelang pilpres, juga bisa dipahaminya, meski pengumuman lebih awal dinilainya lebih baik. Sebab calon yang mengumumkan sejak dini bisa memberikan waktu bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya."Sudah benar itu calon-calon deklarasi sejak dini. Tapi khusus untuk JK, karena beliau masih menjabat wapres saat ini. Kalau sekarang sudah mukul genderang perang, pemerintahan bisa tidak jalan," tegasnya.Presiden dan wapres bersaing dalam pilpres pernah terjadi pada Pemilu 2004 lalu. Megawati yang saat itu presiden dan Hamzah Haz yang saat itu wapres, sama-sama maju sebagai capres."Jadi tidak perlu dikhawatirkan terlalu jauh jika SBY dan JK akhirnya harus bertarung dalam Pilpres 2009," pungkas Gus Choi.
(umi/sss)











































