Din: Jangan Putar Jarum Jam Sejarah
Kamis, 04 Okt 2007 17:30 WIB
Jakarta - Bebagai kalangan menginginkan Pancasila sebagai satu-satunya asas yang dianut parpol. Wakil Ketua MUI Din Syamsudin menyatakan tidak setuju dengan hal tersebut."Jangan putar jarum jam sejarah kembali ke masa lampau, yang melegalkan monolitik asas tunggal Pancasila," ujar Din dalam acara buka bersama MUI dan DPR di Hotel Sari Pan Pacific, Jl Thamrin, Jakarta, Kamis (4/10/2007).Menurut Din, hal ini sebagaimana terjadi di masa lampau. Di mana realitas kemajemukan masyarakat diingkari."Termasuk aspirasi politiknya," imbuhnya.Pancasila sebagai ideologi negara merupakan hal yang final. Menurut Din, Pancasila merupakan komitmen kehidupan kenegaraan. Namun tidak lantas menghalangi nuansa kehidupan masyarakat atas dasar agama atau asas politik lain."Soalnya aspirasi masyarakat ada yang dikelola atas dasar semangat Islam, nasionalisme dan sebagainya," katanya.
(ziz/sss)











































