Inilah Lagu Rasa Sayange yang Dinyanyikan Presiden Soekarno
Kamis, 04 Okt 2007 16:26 WIB
Ambon -
Rasa Sayange Rasa Sayang SayangeHei lia dari jaoh rasa sayang badaneeJalan-jalan sepanjang jalanTerbang melayang pun yang jaohNona manis terbayang-bayangTapi nyong tidak mauBait lagu Rasa Sayange di ataslah yang sempat dinyanyikan Presiden pertama RI, Soekarno. Lagu ini dinyanyikan di tahun 1951, dengan iringan petikan gitar salah satu legenda musik Maluku, Beng Leiwakabessy (84). "Itu bait lagu yang dinyanyikan Presiden Soekarno. Hingga kini bait itu ada pada saya," ujar Beng sambil menyanyikan bait lagu tersebut. Menurut Beng, lagu yang dinyanyikan Presiden sebagai bagian dari penghormatan terhadap nilai seni dan budaya daerah Maluku. "Saat itu, Presiden berkata, inilah bentuk penghormatan dirinya terhadap daya cipta seni daerah Maluku yang begitu tinggi," tutur Beng, ketika diwawancarai detikcom, di kediamannya, Kamis (6/10/2007). "Waktu Pak Karno bernyanyi, saya yang mainkan gitarnya di Bandara Pattimura Laha, Ambon," ungkap dia bangga.Hal ini juga dibenarkan salah satu komponis Maluku, Zeth Lekatompessy (73). "Saya lahir tahun 1940. Saat itu saya juga dengar Bung Karno bernyanyi," tutur Om Zeth, sapaan akrabnya.Lekatompessy, yang dua bulan lalu berhasil mengukir rekor MURI dengan bernyanyi nonstop 35 lagu tanpa teks dengan beragam irama, bahasa dan masa, turut mengecam sikap Malasyia, yang dinilai mencaplok hasil karya cipta rakyat Maluku. "Itu karya cipta anak negeri Maluku. Lagu ini sudah terkenal di seantero nusantara. Dari anak kecil hingga kakek nenek. Dan semua orang tahu, itu lagu Maluku," tandas Zeth.Ingin mengikuti diskusi mengenai lagu Rasa Sayange? Silakan bergabung dalam DetikForum
(han/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































