Tingkat Kepuasan pada SBY - JK Jatuh di Titik Terendah
Kamis, 04 Okt 2007 16:06 WIB
Jakarta -
Pemerintahan di bawah pimpinan SBY-JK sudah menjelang tiga tahun. Namun terjadi perubahan public mood atau persepsi publik yang sangat signifikan.Pada saat dilantik Oktober 2004, pasangan ini memperoleh tingkat kepuasan publik di atas 80%, namun menjelang 3 tahun (September 2007), tingkat kepuasan jatuh hingga 35,3%, merosot sekitar 45%."Banyak publik yang mulai mencari figur baru untuk presiden 2009. Hanya di bawah 30% pemilih yang menginginkan SBY kembali menjadi presiden," kata Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10/2007).Survei ini dilakukan sejak 9 hingga 14 September 2007 di 33 provinsi. Jumlah responden sebanyak 1.200 dengan wawancara tatap muka, metodelogi multi-stage rendom sampling dengan margin of error sekitar 2,9%.Rendahnya tingkat kepuasan atas kinerja SBY merata di berbagai segmen. Pemilih di pulau Jawa lebih kecewa dibandingkan di luar Jawa, yakni 66,9% : 46,6%.Sedangkan suku Jawa dan Sunda juga kecewa 57% dan 80,7%. Dan kalangan bawah dalam level pendidikan lebih banyak yang kecewa dibanding kalangan terpelajar yakni 61% : 54,1%.4 Alasan"Ada 4 alasan mengapa tingkat kepuasan atas SBY jatuh pada titik terendah," ujar Denny.Pertama, kekecewaan atas kinerja bidang ekonomi. Hanya 24% yang puas atas situasi ekonomu. Sedangkan 69,5% kecewa atas kondisi ekonomi secara umum, 68,5% kecewa dengan penanganan pengangguran dan 64,9% kecewa dengan penanganan kemiskinan.Kedua, dalam pemberantasan korupsi, meski hal ini menjadi daya tarik SBY. Namun program ini agak rusak karena meluasnya citra pemberantasan lorupsi tebang pilih atau pilih kasih.Sebanyak 66,1% yang merasa program anti-korupsi ini tidak adil. Citra terburuk seolah untuk tokoh yang dekat dengan kekuasaan, kasusnya diendapkan. Hanya 13,4% pemilih yang menganggap gerakan anti korupsi SBY adil.Ketiga, publik meragukan kemampuan SBY dalam menyelesaikan masalah bangsa. Hanya 39,3% yang yakin akan kemampuan SBY menangani masalah bangsa.Keempat, berjaraknya harapan dan kenyataan. Saat terpilih SBY mendapat harapan yang tinggi, kini hanya 24,1% yang merasa sudah sesuai harapan. Hanya 29,3% yang ingin SBY terpilih kembali.Hanya 23,7% yang menyatakan memilih SBY kembali, sementara 46,4% menyatakan akan memilih calon lain di luar SBY.
(mly/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































