TNI Bentuk Organisasi Khusus Tangani Pasukan Perdamaian
Kamis, 04 Okt 2007 15:57 WIB
Jakarta -
Mabes TNI kini telah memiliki unit satuan khusus yang menangani pasukan perdamaian. Pusat Misi Pemelihara Perdamaian (PMPP) di bawah Mabes TNI ini khusus menangani pengiriman pasukan khusus yang bertugas sesuai misi PBB."Ini menjadi lebih fokus, staf yang bekerja juga akan efektif, karena khusus menangani pengiriman pasukan perdamaian," kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Endang Suwarya usai melepas keberangkatan Kontingen Garuda XX-E di Markas Pusat Pendidikan Zeni, Jl Sudirman, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/10/2007).PMPP yang dibentuk pada tahun 2007 ini dipimpin oleh Brigjen TNI Zahari Siregar. Unit satuan baru ini merupakan personel gabungan dari tiga angkatan yang akan melakukan pembinaan dan pelatihan organisasi langsung di bawah Mabes TNI. PMPP ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2006 lalu, ketika Indonesia mulai mendapatkan tawaran pengiriman pasukan ke Lebanon. Menurut Endang, selama ini pasukan yang dikirim dalam menjalankan misi PBB berada di bawah naungan Asisten Operasi Kasum TNI. Dengan terbentuknya pusat misi ini, maka kewenangannya bergeser. "Persiapan dan pengiriman kontingen Garuda XX-E yang akan bertugas di Republik Demokrasi Kongo ini menjadi tugas perdana pusat misi pemelihara perdamaian," tutur Endang.Diharapkan Endang, dengan terbentuknya pusat misi ini, pengiriman pasukan perdamaian PBB dapat lebih ditingkatkan. Sebab Indonesia menargetkan mengirim 2.000 pesonel pasukan perdamaian, sehingga bisa menjadi salah satu wakil komandan satuan tugas (Dansatgas) perdamaian PBB."Beberapa tahun ke belakang peningkatannya sudah signifikan. Apalagi kini ada organisasinya yang mengurus," ucap mantan Pangdam Iskandar Muda di Aceh itu.Setelah pengiriman ke Kongo, saat ini PMPP sedang mempersiapkan pasukan pengganti di Libanon. Rencananya, November mendatang pasukan pengganti Kontingen Garuda XXIII-A ini akan dikirim. Tidak hanya itu, pengiriman pasukan ke Darfur, Sudan yang diminta PBB juga sedang diproses."TNI siap saja. Semua tergantung kesiapan pemerintah. Yang jelas, permintaan ini merupakan kepercayaan PBB kepada Indonesia," ucapnya.Endang menceritakan, penugasan kekuatan TNI dalam misi perdamaian dunia diawali dengan penugasan kontingan Garuda yang pertama tahun 1957 di Mesir. Selanjutnya pasukan TNI terlibat pada misi PBB di Kongo, Vietnam, Sinai, Irak, Kamboja, Bosnia Herzegovina, Georgia, Kuwait, Filipina, Sudan, Nepal, dan terakhir Libanon.
(zal/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































