Kelompok Pengajian Alquran Suci Tak Percaya Hadits
Kamis, 04 Okt 2007 13:18 WIB
Bandung -
Apa saja materi yang diajarkan kelompok pengajian Alquran Suci masih belum jelas. Namun yang pasti, kelompok ini tidak mempercayai hadits.Hal tersebut diungkapkan Selly Nadia, salah satu mahasiswa Poltek Pajajaran Bandung teman Ahriani Yulvie. Dia pernah didekati Yulvie dan diajak bergabung dengan kelompok pengajian tersebut.Menurut Selly, salah satu ajaran kelompok Alquran Suci itu diketahui secara tidak sengaja. Saat itu dia mendengar perdebatan antara Yulvie dengan dosen agama di kampus mereka."Saya tahunya ketika Yulvie berdebat hebat dengan dosen agama pada akhir semester II. Yulvie bilang dia tidak mempercayai hadits dengan membacakan ayat-ayat Alquran yang mendukung itu," kata Selly kepada detikcom di kampusnya, Kamis (4/10/2007).Menurut Selly, Yulvie memang menjadi mahir menafsirkan ayat suci Alquran setelah bergabung dengan kelompok pengajian tersebut. "Di Alquran-nya banyak sekali coretan tafsir Alquran. Padahal Alquran milik dia ada terjemahannya," ujar Selly.Ajaran kelompok Alquran Suci lainnya yang dianggap Selly 'nyeleneh' adalah masalah wudhu. Aliran ini memperbolehkan seseorang bertayamum walau tidak dalam keadaan darurat atau terpaksa.Meski sempat mengajak dua temannya untuk bergabung dalam kelompok pengajian Alquran Suci, Yulvie tidak mengungkapkan lokasi pengajian serta model pengajaran dalam kelompok itu."Dia cuma sempat bilang di daerah Jalan Suci. Tapi enggak merinci secara jelas lokasinya. Dia bilang, saya harus mau bergabung dulu baru nanti tahu tempat pengajiannya," kata Selly.
(ern/djo)










































