Hilang Ikut Aliran Sesat
Yulvie Cerdas dengan IPK 4
Kamis, 04 Okt 2007 11:33 WIB
Bandung - Kasus hilangnya Ahriani Yulvie (20), disayangkan pihak kampus. Betapa tidak, di kampusnya Yulvie dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dengan IPK mencapai 4.Yulvie dilaporkan hilang oleh orang tuanya sejak 9 September lalu. Pihak kampus mengakui, sejak perkuliahan semester III dimulai September lalu, mahasiswi jurusan Akutansi Perpajakan D3 Poltek Pajajaran ini, tidak pernah terlihat kuliah. Demikian disampaikan Kepala Urusan Kemahasiswaan Poltek Pajajaran Bandung, Aldi Suhadi, kepada detikcom di kantornya Jalan Terusan Jakarta, Rabu (3/10/2007)."Yulvie itu mahasiswi yang paling pintar, dia itu cerdas. Nilai mata kuliah pada semester I, semua A. IPK nya 4," kata Aldi.Kecerdasan Yulvie dibarengi dengan daya kritis yang cukup tinggi. Dia tidak segan-segan menyanggah pendapat dosen jika dianggapnya tidak tepat. Yulvie juga sering mengacungkan tangan untuk bertanya."Saya ingat saat di kampus diadakan seminar perpajakan dengan pembicara dari orang Kanwil Pajak beberapa bulan lalu, Yulvie-lah yang pertama kali bertanya dengan pertanyaan yang berbobot," puji Aldi.Namun belakangan, sikap Yulvie memang cenderung berubah. Dia kerap meninggalkan kelas sebelum perkuliahan selesai atau beberapa kali absen. Para dosen sangat menyesalkan hal ini."Itu mulai terjadi pada semester II. Sebelumnya dia tidak pernah seperti itu. Yulvie selalu datang ke kampus setengah jam sebelum kuliah dimulai. Dia juga tidak pernah absen," ujar Aldi.Tapi memang pada dasarnya Yulvie cerdas. Meski jarang masuk kuliah, IPK-nya pada semester II tetap tinggi yaitu 3,95. "Kalau tidak salah ada satu mata kuliah nilainya B," ungkap Aldi.Yulvie dilaporkan hilang oleh orang tuanya, Ahmad Suprapto, ke Polsek Kiaracondong, pada 27 September lalu. Menurut Suprapto dia terakhir kontak dengan anaknya melalui SMS pada 9 September lalu.Ada dugaan, hilangnya Yulvie ini terkait dengan kegiatan pengajian Alquran Suci yang diikutinya. Sejumlah temannya mengakui, sikap Yulvie berubah 180 derajat sejak dia mengikuti pengajian tersebut. Hingga Kamis (4/10/2007), belum ada kejelasan mengenai nasib dan keberadaan Yulvie.
(ern/djo)











































