SBY-JK Harus Kembali Tampil Mesra

SBY-JK Harus Kembali Tampil Mesra

- detikNews
Kamis, 04 Okt 2007 10:50 WIB
Jakarta - Opsi SBY-JK berpisah pada detik-detik terahir Pilpres 2009 yang dimunculkan Partai Golkar memunculkan sinyalemen keretakan hubungan. Untuk menepisnya, SBY-JK harus kembali tampil mesra."SBY-JK harus memberikan penegasan kepada publik bahwa hubungan keduanya masih solid sampai 2009," ujar Direktur Indo Barometer M Qodari kepada detikcom, Kamis (4/10/2007).Sinyalemen retaknya hubungan mesra SBY-JK dinilai kontraproduktif, sehingga akan membuat kerja pemerintah terganggu dalam kelangsungan perbaikan ekonomi dan politik. Dampaknya, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat juga bisa terhambat."Opini bahwa mereka pecah justru berdampak negatif bagi pertumbuhan iklim investasi. Karena investasi itu kan membutuhkan kepastian politik," kata Qodari.Duet SBY-JK, menurut dia, masih merupakan pasangan yang ideal. Dalam survei yang pernah dilakukan Indo Barometer, sosok SBY masih sangat populer sebagai presiden. Sedangkan sosok JK pun juga masih sangat populer sebagai wapres dibandingkan kandidat lain."Artinya sebenarnya, mereka juga masih ideal sebagai pasangan yang layak dipertahankan sampai 2009. Jadi mereka harus mempertegas kesolidan mereka kepada publik," tutur Qodari.JK yang juga ketua umum Partai Golkar, urai dia, sudah mengambil keputusan apakah akan maju sebagai capres atau tetap mempertahankan duet dengan SBY hingga 3 bulan sebelum Pilpres 2009. Artinya, keputusan itu diambil setelah melihat perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif.Kalaupun JK mengatakan kemungkinan akan maju sebagai capres 2009, menurut Qodari, hal itu bisa jadi karena desakan kader internal yang menginginkan posisi tawar Golkar lebih dari posisi cawapres."Tapi justru berkoalisi dengan SBY akan menguntungkan Golkar. JK bisa meraih suara besar dengan tetap menggandeng SBY. Sementara Golkar punya posisi tawar yang kuat untuk mengamankan kebijakan pemerintah, karena Golkar dominan di parlemen," papar Qodari. (rmd/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads